Masih Seringkah Kita Minta Tanda?

Renungan Senin 20 Juli 2020

Bacaan: Mi. 6:1-4,6-8Mzm. 50:5-6,8-9,16bc-17,21,23Mat. 12:38-42

Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. (Matius 12:39)

Kita yang disebut orang yang beriman yang berarti “orang yang percaya kepada Tuhan”, sering masih tidak percaya atau kurang percaya kepada Tuhan meskipun kita sudah mengalami kasih, penyertaan dan pertolongan-Nya dalam hidup kita terlebih ketika kita memasuki kembali permasalahan dalam hidup yang datang silih berganti.

Kita masih sering ketika mengalami permasalahan dalam hidup, kita berdoa dan minta “tanda” dari Tuhan (Tanda bisa berarti berupa segera mendapat pengabulan doa, atau tepatnya minta “bukti” dari Tuhan saat itu juga).

Kita sering tidak dapat melihat kasih, penyertaan dan pertolongan-Nya yang juga datang terus menerus. Padahal inilah “tanda” yang sebenarnya yang terus kita alami dalam hidup kita, di mana sering kita tidak dapat melihatnya.

Mengapa? Karena kita sebagai manusia sering terfokus pada permasalahan yang kita hadapi dan pada diri kita sendiri. Kita tidak fokus pada Tuhan.

Karena itu penting untuk kita sadari ketika kita menghadapi permasalahan dan hati kita menjadi kuatir, takut, galau, kita harus mengingat-ingat kembali kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup kita sehingga kita kembali hanya berharap pada-Nya dan tidak mengandalkan diri kita sendiri dan juga tidak terbenam dalam ketakutan dan kekuatiran oleh masalah yang kita hadapi.

Kuatir dan takut sangat manusiawi dan Tuhan tahu itu karena itu kita harus memahami bahwa kita tidak pernah sendirian. Bahwa Tuhan SELALU MENYERTAI.

Dia bukan Tuhan yang “ON dan OFF” tetapi Tuhan yang selalu “ON”. (Dan Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman; Mat 28:20).

Ams 3:5 mengatakan: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri.

Kita juga dapat belajar dari sejarah di mana Bangsa Israel yang menyebut dirinya atau disebut bangsa pilihan Tuhan dalam sejarahnya juga sering mengalami permasalahan dan tantangan hidup dalam perjalanan hidup mereka, mengalami kelaparan, perbudakan, peperangan, dll, tetapi juga mengalami kemerdekaan (ketika dibawa keluar dari perbudakan mesir). Ketika kelaparan dipelihara oleh Tuhan dan tidak pernah kelaparan (mendapat roti manna dan burung puyuh di padang gurun SETIAP HARI, dll). Ya mereka mengalami penderitaan tetapi juga mereka mengalami kasih Tuhan.

Melalui penderitaan kita baru bisa benar-benar melihat Kasih itu sendiri.

Sering penderitaan menjadi semakin berat karena kita kurang percaya dan melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Karena itu jika kita melakukannya, bertobatlah!

Hari ini kita diingatkan kembali melalui bacaan Mikha 6:8;
Hai manusia telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Apa yang dituntut Tuhan daripadamu? Tidak lain dan tidak bukan adalah berlakulah adil, mencintai kesetiaan dan hiduplah dengan rendah hati di hadapan Tuhan Allahmu.

Jangan kita menjadi takut, berkecil hati dan kuatir sebab Tuhan kita “Sang Juru Selamat” selau menyertai kita. Amin.

Doa:
Ya Bapa berikanlah kami hati yang peka untuk selalu dapat melihat penyertaan-Mu dalam hidup kami. Berilah kami mata yang jernih bersih untuk dapat melihat kebaikan dan perlindungan-Mu, agar kami bisa selalu bersyukur dan teguh dalam iman serta tidak melakukan hal-hal yang tidak berkenan pada-Mu karena bersandar pada pengertian kami sendiri. Karena itu kami mohon berilah kami Sapta Karunia Roh-Mu: Roh Hikmat Kebijaksanaan, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan, Roh Keperkasaan dan Roh Takut akan Allah. Datanglah ya Roh Kudus. Penuhi hati kami api cinta-Mu.

Kasihanilah kami ya Tuhan orang percaya yang kurang percaya ini. Amin.

VSH