Kupegang dan Tak Kulepaskan

Renungan Rabu 22 Juli 2020, Pesta Santa Maria Magdalena

Bacaan: Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9Yoh. 20:1-2,11-18

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (Yohanes 20:13-14)

Saat kita mengalami kehidupan yang penuh berkat, kita sering merasakan sukacita yang luar biasa, Tuhan dirasa hadir secara nyata sehingga kita bisa dengan mudah mengucap syukur kepada-Nya.

Tetapi bagaimana kalau kita menghadapi masalah yang sepertinya tidak ada jalan keluarnya? Mungkin sebagian dari kita, termasuk saya akan merasakan kegelisahan, ketakutan, dan kekhawatiran. Sehingga dalam doa pun, akan berkata, “Kenapa Tuhan?” Tuhan dirasa menjadi jauh dan sepertinya tidak peduli dengan keadaan kita. Tetapi apakah karena dosa, Tuhan menjadi tidak peduli pada kita?

Kid 3:1-4a, Di atas ranjangku pada malam hari kucari  jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.

Kita adalah mempelai yang sangat dicintai-Nya, kita akan terus berada di dalam hadirat-Nya, sehingga kalaupun saat ini kita sedang menghadapi masalah yang berat, tetaplah bersukacita bukan karena adanya masalah yang berat tetapi karena Tuhan Yesus selalu bersama dengan kita dan tidak akan pernah kita dilepaskan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati. Amin. (MHP)