Kecil Berpengaruh

Renungan Senin 27 Juli 2020 Hari Biasa Pekan Biasa XVIII

Bacaan: Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 13:31-35.

Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya. (Matius 13: 32)

Agar ajaran-Nya dapat dimengerti masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang dan tingkat kemampuan berbeda, Yesus menggambarkan Kerajaan Sorga dengan perumpamaan biji sesawi dan ragi. Hal ini dilakukan-Nya supaya genaplah yang dikatakan firman Allah melalui nabi, bahwa Yesus akan menyingkapkan apa yang tersembunyi tentang Kerajaan Sorga dengan suatu perumpamaan.

Biji sesawi adalah biji yang paling kecil di antara segala jenis biji-bijian lainnya, akan tetapi bilamana sudah dapat tumbuh menjadi besar dapat menaungi siapa saja. Untuk bertumbuh dengan baik memerlukan proses yang panjang dan lama, perlu tanah yang baik, cukup air, sinar matahari, bebas dari hama dan perawatan intensif lainnya. Tak ubahnya dengan biji sesawi. Untuk menjadi roti, ragi juga mesti melalui proses. Agar adonan bisa mengembang, perlu diaduk bahkan kadang dibanting sehingga dayanya merasuki seluruh adonan.

Demikian juga yang terjadi dengan kita. Melalui proses yang panjang, iman dan kebaikan yang ditanamkan Tuhan dalam diri kita akan tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan berkembang menjadi baik atau tidak, ini tentunya tergantung bagaimana relasi kita dengan Kristus. Taat tuntunan Roh Kudus sang guru kebenaran sejati, kita akan semakin dekat dengan Yesus, semakin tahu kehendak-Nya. Semakin tahu kehendak-Nya maka kita akan makin serupa dengan Dia. Kita tahu bahwa Tuhan Yesus menghendaki kita menjadi murid-Nya, dalam perziarahan hidup bermasyarakat, diutus mengembangkan Kerajaan Sorga dengan menjadi biji sesawi dan ragi.

Hari ini Tuhan Yesus meneguhkan agar sebagai utusan kita tidak berkecil hati dalam kelemahan, kekurangan dan ketidakmampuan kita. Allah memberi potensi pada setiap orang sehingga setiap orang dapat bermanfaat. Oleh sebab itu jangan pernah merasa diri kecil ketika melihat kelebihan orang lain, merasa tidak memiliki kekayaan, kepandaian, ketrampilan dan kemampuan diri. Justru bila kita tetap merasa kecil tetapi setia mengikuti jalan Tuhan, pasti akan membawa perubahan menuju pertobatan. Inilah yang berdaya menumbuh-kembangkan iman kita. Untuk itu diperlukan melihat kedalam diri, sudahkah kita membawa kegembiraan dan keselamatan bagi banyak orang?  Pertama-tama tentunya dalam keluarga, kemudian tetangga, dalam hidup menggereja, dalam masyarakat dan sesama ciptaan. Iman kebaikan akan bertumbuh, berkembang dan berbuah bila kita melepaskan ego dan kedagingan, yang mana terungkap dengan berlaku sabar bila difitnah, tenang ketika dicaci, tetap santun dan rendah hati disaat memiliki kekuasaan, tidak memilih dalam berteman, tidak silau dengan indahnya duniawi dan tidak rakus saat memiliki kesempatan. Dengan ini kita menghadirkan Kerajaan Sorga.

Doa

Tuhan Yesus merajalah di hatiku, agar aku bertumbuh dan berkembang sehingga menampakkan hadirnya Kerajaan-Mu yang membawa kegembiraan dan keselamatan bagi setiap yang kujumpai yang Engkau percayakan kepadaku. Amin. (LKME)