Janji Tuhan 

Renungan Sabtu 4 Juli 2020, Hari Biasa, Pekan Biasa XIII

Bacaan: Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17.

Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. (Amos 9:14)

Bacaan hari ini memperlihatkan bagaimana Allah sungguh mengasihi umat-Nya, Dia memberikan janji mengenai keselamatan dan pemulihan dari keadaan yang sangat buruk sekalipun. Dalam situasi seperti sekarang ini maka kita sebagai anak Allah tentunya tidak boleh kehilangan harapan, cemas dan takut akan apa yang terjadi di masa yang akan datang. Kita harus terus berpegang kepada janji-Nya dan percaya bahwa apapun yang terjadi adalah rencana Tuhan yang terbaik, walaupun saat ini segala sesuatu nampaknya tidak menentu, di tengah-tengah merebaknya kasus pandemi Covid-19 ini pasti banyak yang semakin kuatir, cemas, stress karena kebebasan kita dibatasi. Belum lagi dari sisi ekonomi mengalami dampak penurunan, banyak yang kehilangan mata pencaharian, belum lagi berita-berita negatif yang semakin banyak kita dengar. Tetapi kita harus tetap mempunyai harapan bahwa Tuhan pasti akan dapat memulihkan semua keadaan ini. Sementara itu yang harus kita lakukan pada masa-masa ini adalah hidup semakin melekat kepada Tuhan.

Saudara-saudari terkasih, saya ingin membagikan kesaksian; beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang rekan kerja yang sudah lama tidak saya jumpai. Saya tahu bahwa dua tahun terakhir ini ia mengikuti kegiatan KEP di parokinya. Dia bercerita bagaimana sekarang banyak perubahan yang terjadi dalam hidupnya semenjak dia lebih dekat kepada Tuhan. Bagaimana dia mengalami banyak masalah dalam keluarga dan pekerjaan namun dia mengalami perubahan dalam menyikapinya, masalah-masalah tetap ada, akan tetapi damai dan sukacita serta pengharapan ada di dalam dirinya. Dalam masa pandemi seperti ini dia bersyukur selalu atas penyertaan dan pemeliharaan Tuhan, karena walaupun dalam pekerjaannya mengalami dampak akan tetapi dia masih tetap dapat bertahan hingga saat ini.

Sikap seperti ini yang harus kita miliki sebagai murid Kristus walaupun dalam penderitaan tetapi terus dapat bersukacita. Saat ini kita sedang dibentuk untuk menjadi lebih baik, seperti dalam bacaan Injil di mana Yesus berkata ‘bahwa anggur yang baru tidak dapat diisikan kedalam kantong kulit yang sudah tua’ maka kita percaya bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk dunia ini melalui pandemi yang boleh terjadi sekarang ini. Oleh karena itu kita juga harus dibentuk menjadi manusia baru.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9-10)

Doa: Ya Allah yang maha baik terima kasih atas firman-Mu hari ini, kami boleh semakin yakin dan percaya akan janji-Mu akan keselamatan. Walaupun saat ini kami sedang mengalami banyak kesulitan, banyak kecemasan dan ketakutan akan keadaan dunia karena pandemi ini, tetapi kami boleh untuk terus berpengharapan kepada-Mu dan percaya bahwa pemulihan akan terjadi. Engkau akan berikan jalan yang terbaik sesuai dengan rancangan-Mu dan saat ini biarlah kami semakin mendekat hanya kepada-Mu. Terima kasih Tuhan atas berkat pemeliharaan-Mu kepada kami semua yang boleh terus kami terima hingga hari ini. Amin. (MAR)