Jangan Menyusahkan Diri

Renungan Rabu 29 Juli 2020 Hari Biasa Pekan Biasa XVII

Bacaan:1 Yoh 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.” (Lukas 10:41)

Pada awal pandemi Covid-19 merebak, kita diminta untuk tetap tinggal dirumah, kemudian setelah memasuki bulan yang ke 3, dan kita semua tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, maka kebosanan mulai muncul, dan kita mulai mencari solusi bagaimana cara untuk berkumpul dan tetap dapat berinteraksi. Dan melalui teknologi sekarang ini, akhirnya kita dapat melakukan segala kegiatan baik rohani ataupun yang jasmani tanpa harus keluar rumah.

Kalau dulu hati senang kalau bisa jalan-jalan ke keluar rumah, karena bisa ‘refreshing’, namun sekarang sebagian orang bisa tetap enjoy menahan diri untuk tidak keluar rumah. Mengapa demikian? Karena kita melihat dan mau mengerti apa yang terjadi sekitar kita. Ancaman yang sangat membahayakan di depan mata saat ini, sehingga kita dapat memahami perjuangan para dokter dan tim kesehatan yang berusaha menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi virus Covid-19 sesegera mungkin.

Jika saya renungkan, dalam kehidupan bersama Tuhan, saat ini merupakan retret panjang supaya saya bisa menahan diri dari keinginan-keinginan pribadi yang sangat menyibukkan pikiran dan menyusahkan hati. Saya diminta untuk tidak gampang menilai orang lain, yang bisa menimbulkan iri hati dan yang bisa menghalangi pandangan saya kepada Tuhan. Saya disadarkan agar bisa melihat bahwa mereka juga adalah orang-orang kecintaan Tuhan yang di pakai-Nya sebagai sarana berkat untuk menyempurnakan kehidupan saya, agar upaya mata rohani saya bisa melihat bagaimana Tuhan sudah berkarya dalam hidup saya, dan memahami cinta-Nya kepada saya dan selalu melindungi saya sekeluarga sampai hari ini.

Doa

Tuhan Yesus Terimakasih buat Kasih dan pemeliharaan-Mu, jangan biarkan kami berpaling daripada-Mu, karena mata hati kami tertutup oleh keegoisan dan iri hati, ajar kami supaya dapat mencintai sesama kami, karena Engkau sudah lebih dulu mencintai kami. Amin

Tuhan Yesus Memberkati kita semua. (MY)