Iman Mewujudkan Impian

Renungan Senin 6 Juli 2020

Bacaan: Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26

Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Matius 9:21)

Senang sekali saya mendapatkan tugas membagikan bacaan Injil hari ini dalam lectio devina.

Sejak SD sampai SMP saya bersekolah dalam pimpinan Suster Sang Timur. Suatu saat, sambil bekerja menata ruang perpustakaan, Suster memberikan suatu pencerahan pada saya dengan berkata: “Vincent, saya tahu kamu suka baca buku-buku di perpustakaan ini. Suster senang kesukaanmu. Kalau kamu punya cita-cita, keinginan, impian, utarakan saja kepada Tuhan. Tuhan senang sekali pada orang-orang yang dengan tulus dan rendah hati mencurahkan niat dan kehendaknya yang baik pada Tuhan, apalagi ketika orang dalam kesesakan dan ketidakberdayaan.”

Nasihat ini sangat mengena dalam hati saya. Sebagai seorang anak kecil, saya spontan berpikir dan ingin menunjukkan niat baik dan keinginan, impian saya kepada Tuhan. Saya tuliskan dan bahkan saya katakan dengan bersuara lantang impian/cita-cita saya. Keluarga saya, papi mami dan 4 anak laki-laki tinggal dalam 2 kamar dalam satu rumah pengungsian yang dihuni oleh 4 keluarga, masing-masing dapat 2 kamar. Dalam keadaan seperti ini pastilah saya memimpikan rumah idaman bagi saya .

Setiap kali saya berjalan-jalan, saya selalu menunjuk satu rumah yang menurut saya mimpikan, ” TUHAN, SAYA INGIN PUNYA RUMAH SEPERTI INI!”

Entah berapa kali saya utarakan itu kepada TUHAN, sampai tidak pernah saya hitung. Kadang saya cuma menyapa dan menengok rumah itu saja. “Ini rumah idaman saya!”

Apa yang terjadi saudara terkasih. Setelah saya lulus SMA dan baru menginjak Perguruan Tinggi dan bekerja 3 tahun, tanpa disangka Tuhan wujudkan impian saya memperoleh rumah yang saya idam-idamkan. Ini impian besar saya setelah bertahun-tahun saya impikan.

Impian jangka pendek yang saya impikan adalah Tuhan mampu menyekolahkan saya tinggal di asrama Dempo Malang, ketika saya sendiri tidak bisa melanjutkan setelah SMP, karena tidak punya biaya.

Wah…wah…ajaiblah Tuhan kita….asalkan kita mau tetap berniat baik dan mengimani kuasa kasih-Nya, Tuhan tetap setia. Kepada semua anak-anak, saya katakan: “Beranilah bermimpi, katakan kepada Tuhan impianmu, berserahlah pada kuasa kasih-Nya, nanti Tuhan wujudkan…”

Hidup adalah anugerah dari Tuhan, saya jalani setiap hari bersama firman-Nya, saya hanyalah hamba Tuhan, terjadilah seperti apa yang Tuhan inginkan.

Doa: Tuhan Yesus, berikan rahmat-Mu setiap hari, supaya kami tetap setia dan terus mencintai-Mu, untuk melayani-Mu, melakukan KehendakMu.
Apapun yang kami lakukan adalah demi memuji dan memuliakan nama-Mu Tuhan Yesus, bersama Bapa dan Roh Kudus yang hidup dan berkuasa sekarang dan selama-lamanya. Amin. (VAD)