Hidup Benar, Bijaksana dan Budiman

Renungan Jumat 10 Juli 2020

Bacaan: Hos. 14:2-10Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17Mat. 10:16-23

Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. (Hosea 14:10)

Shalom sahabat-sahabat SEP dan KEP.

Bacaan liturgi gereja hari ini mengajak kita untuk merefleksi diri, sudahkah aku hidup di jalan Tuhan yang lurus, hidup benar, bijaksana dan budiman.

Setiap orang ingin memiliki hidup masa depan yang cerah, penuh harapan, berkelimpahan dan penuh kebahagiaan. Dengan segala kepandaian dan kemampuannya, dia merencanakan dan melakukan berbagai hal untuk mencapai itu semua. Tetapi saat menjalaninya, sering tidak semulus seperti yang dibayangkan. Berbagai persoalan terjadi, hal-hal yang tidak diharapkan dialami. Perasaan cemas, jengkel, marah, takut, sedih datang silih berganti. Merasa tidak berdaya, bahkan ada yang sampai putus asa. Berbagai usaha dilakukan, bahkan sampai mencari pertolongan kepada orang pintar, dukun, berhala dan sebagainya, menghalalkan segala cara. Jika ini yang sedang dijalani, Firman Allah mengatakan dia adalah seorang pemberontak yang sedang tergelincir.

Nabi Hosea menyerukan Firman Tuhan kepada bangsa Israel perlunya menjadi orang benar yang hidup bijaksana dan budiman dengan menempuh jalan Tuhan yang lurus, maka Allah akan memberikan pemulihan dan kelimpahan yang digambarkan dengan berbagai tanaman yang bertumbuh, berbunga, berbuah. Hidup dalam pertobatan, berbalik kepada Allah dengan mengakui segala keberdosaannya, memohon pertolongan, memuji memuliakan Allah seperti yang terungkap dalam Mazmur 51 dan siap diutus menjadi saksi Kristus.

Ini mengingatkan kembali masa lalu saya yang jauh dari Tuhan dan pemulihan yang terjadi melalui pertobatan, serta tugas perutusan sebagai saksi Kristus.

Setelah menjadi saksi Kristus masalah tetap ada, persoalan dalam hidup tetap datang silih berganti. Hal yang menguatkan, janji Tuhan sungguh digenapi, sehingga tidak ada yang perlu lagi dikuatirkan. Roh Kudus menolong dan menjadikan semuanya suatu kebaikan.

Hari ini Firman-Nya mengingatkan saya, agar tetap mampu bertahan dan selamat, perlu tetap waspada, cerdik dan tulus dalam pimpinan Roh Kudus.

Doa:
Allah Bapa di sorga, tolonglah kami melalui Roh Kudus-Mu agar dapat menjalani hidup sebagai orang yang benar, bijaksana dan budiman serta mewartakan Injil-Mu. Demi Kristus Tuhan kami, yang hidup bersama Dikau, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

HLTW.