Harta Baru

Renungan Kamis 30 Juli 2020 Hari Biasa, Pekan Biasa XVII

Bacaan: Yer. 18:1-6; Mzm. 146:2abc,2d-4,5-6; Mat. 13:47-53.

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” (Matius 13:52).

Kira-kira 6 bulan yang lalu saya dan suami disibukkan oleh persiapan kami untuk pindah rumah. Kesibukkan kami tersebut cukup banyak menguras tenaga dan waktu bahkan pikiran kami. Berbagai pertimbangan harus kami putuskan dalam waktu singkat terutama saat kami harus ‘merelakan’ barang-barang lama kami untuk diberikan kepada orang lain, hal ini harus kami lakukan mengingat kami pindah ke rumah yang lebih kecil daripada rumah yang kami tempati sebelumnya.

Tidak jarang ada perasaan ‘tidak rela’ melepas barang-barang tersebut walaupun pada kenyataannya kami tahu bahwa barang-barang tersebut akan lebih berguna bila diberikan kepada orang lain, di samping itu kami masih punya barang lainnya yang serupa dan tentu saja kami juga tidak punya tempat lagi untuk bisa mempertahankan barang-barang tersebut. Sekarang sudah hampir 4 bulan kami menempati rumah yang baru, kami seperti merasakan kelegaan karena kami terbebas dari belenggu kemelekatan kami terhadap barang-barang yang sesungguhnya memang sudah tidak kami perlukan lagi, terlebih kami bersyukur bahwa orang-orang yang menerima barang-barang tersebut bisa memanfaatkannya dengan baik.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus memakai perumpamaan seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya. Lewat perumpamaan ini IA menyadarkan saya dan kita semua, saat kita menerima pelajaran mengenai hal Kerajaan Sorga maka kita seperti memperoleh ‘harta baru’ yaitu rasa syukur, sukacita dan damai menggantikan harta lama berupa kemelekatan pada banyak hal yang sudah seharusnya kita singkirkan.

Tuhan membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam kebenaran-NYA, bagaikan tukang periuk IA akan kembali membentuk dan menjadikan kita bejana yang selalu siap diperbaharui sesuai dengan perkenanan-NYA.

Berbahagialah kita mempunyai Allah yang senantiasa menolong dan pengharapan kita hanya ada pada-NYA, karena IA lah Allah pencipta bumi dan langit beserta seluruh isinya (Mazmur 146:5-6).

Doa

Ya Bapa, segala puji syukur dan terimakasih kami naikkan dalam nama-MU atas segala apa yang telah kami terima dari-MU. Kesabaran dan kesetiaan-MU terhadap setiap kelemahan dan kekurangan kami menjadikan kami sadar bahwa hidup kami ada di dalam tangan-MU, jadikan kami bejana sesuai dengan perkenanan-MU. Amin (VYS)