Mencari dan Dicari

Renungan Sabtu 20 Juni 2020, Peringatan Wajib Hati Tersuci Perawan Maria

Bacaan: Yes. 61:9-11; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7.8abcd; R 1a.; Luk. 2:41-51

Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” (Lukas 2:48)

Dalam bacaan Injil hari ini, mari kita renungkan dua kata mencari (aktif) sedangkan kata pasifnya yaitu dicari. Karena Bapa amat mengasihi kita, sehingga seringkali Bapa mencari kita, bila arah langkah kita salah. Apakah kita sering dicari Bapa? Atau kita sering mencari dan rindu dengan Bapa?

Bila kita telah menyadari kasih Bapa dan pengorbanan Yesus untuk menebus kita, maka kita akan selalu rindu untuk mencari dan merasakan kedekatan kepada Bapa. Saat ini, dengan situasi dan keadaan pandemi yang kurang menyenangkan, apakah kita tetap mau mencari dan berusaha lebih melekat kepada Bapa? Ataukah kita dicari-cari Bapa, karena kita salah arah, dan kita dicari untuk diarahkan ke jalan yang benar?

Untuk merasakan kedamaian, sukacita dan ketenangan di dalam Dia, kita harus mau terus mencari Dia, mencari hadirat-Nya, mencari kehendak-Nya dalam hidup kita, melalui kegiatan yang diadakan oleh gereja, baik doa bersama, adorasi, persekutuan doa dan yang terlebih adalah misa yang dapat kita ikuti melalui live streaming, bisa juga melalui bacaan renungan untuk merefleksi diri kita. Tuhan sungguh teramat baik, masih memberikan kita waktu dan sarana untuk lebih dekat serta mudah mencari Dia, dalam keadaan seperti saat ini.

Marilah kita bersama-sama dengan penuh semangat selalu mencari Dia, kita mohon kepada Tuhan, agar kita siap untuk selalu mencari Dia dalam keadaan apapun, agar kita lekat dan mengerti kehendak-Nya dalam hidup kita.

Doa: Ya Yesus, Engkau tahu bahwa kami kadang kala perlu dicari untuk selalu berada dalam kebenaran, seringkali kami tidak berada di jalan-Mu. Kini kami mohon, beri kami hati untuk rindu mencari Engkau saja dalam hidup kami, kami mau mengutamakan Engkau dalam seluruh kegiatan kami. Perkenankan kami selalu untuk bisa bertemu Engkau, bila kami mencari Engkau. Agar damai sukacita boleh selalu ada dalam diri kami. Amin. (IJW)