Katakan Sejujurnya

Renungan Sabtu 13 Juni 2020

Bacaan: 1Raj. 19:19-21Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10Mat. 5:33-37

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37)

Salam kasih dalam Kristus,

Dalam perikop ini Yesus  mengajar kita menjadi  pribadi yang jujur, hidup tanpa kepalsuan dan melepaskan topeng kemunafikan. Kejujuran adalah bagian dari menjaga kekudusan diri di hadapan Allah. Jadi, jujur adalah sikap moral yang sejati yang berasal dari hati yang bersih lalu terpancar dalam tutur kata dan perbuatan.

Kejujuran sebagai salah satu sikap hati murid Kristus yang berintergritas haruslah terus dibangun dan dipertahankan sebagaimana perintah Yesus. Tidak ada seorang pun mampu membangun kejujuran tanpa pertolongan Tuhan karena godaan dunia sangat berat dan terus menggoda  anak-anak Allah. Kita harus berani mengalahkan godaan si jahat. Iblis itu paling jago berbohong, penipu ulung, jika seseorang dikuasai kebohongan berarti hidupnya dikuasai si iblis yang adalah bapa segala pendusta (Yoh. 8:44).

Roh Kudus yang adalah penolong telah dicurahkan dalam diri kita untuk menjadikan kita kuat bertahan dalam kebenaran dan berani hidup kudus.  Hati nurani yang bersih, ketenangan batin dan harga diri adalah manfaat yang bisa diperoleh sebagai buah dari kejujuran .

Doa: Allah Bapa, kembali Kau mengingatkan kami untuk hidup dalam kekudusan yaitu dengan berani berkata sejujurnya dalam situasi apapun. Berilah kami kekuatan dan bimbingan-Mu dalam perkataan dan perbuatan kami, sehingga nama-Mu semakin dipermuliakan dalam diri kami kini dan sepanjang masa. Amin. (MIP)