Kasih Membawa Perubahan Hidup

Renungan Kamis 4Juni 2020 Hari Biasa, Pekan Biasa IX

Bacaan: 2Tim. 2:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Mrk. 12:28b-34.

Karena pemberitaan Injil inilah aku menderitamalah dibelenggu seperti seorang penjahattetapi firman Allah tidak terbelenggu. (2 Timotius 2:9)

Dengan berbagai macam cara, dalam masa pandemi ini, banyak orang peduli dan tergerak untuk berbagi sembako dan kebutuhan dasar manusia. Meskipun pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk masyarakat yang berdampak, tetapi hal itu kurang mencukupi yang disebabkan oleh satu dan lain hal. Pertanyaanya, apakah yang mereka lakukan tersebut perwujudan dari kasih?

Banyak orang menafsirkan bahwa kasih adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain atau menjawab kebutuhan orang tersebut. Apakah itu benar? Lalu mengapa terkadang kasih gagal bahkan tidak membawa hasil? Kasih bukan tindakan yang mengikuti perasaan tetapi suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang  digerakkan oleh hati Yesus yang membawa kita belajar menjadi serupa dengan Kristus yaitu berkorban sampai habis. Maksudnya meskipun menderita, dianiaya bahkan disalib dan wafat, Yesus tetap mengasihi. Tuhan Yesus selalu mengajarkan dalam Sabda-Nya tentang kasih. Begitu sulitnya orang mengasihi, maka yang muncul banyak pembunuhan, penghujatan, korupsi, penganiayaan, pemerkosaan, ketidakadilan, penipuan dan lain-lain.

Oleh karena itu kasih adalah dasar dari segala sesuatu yang kita responi dalam hidup sehari-hari. Hidup kita berubah karena kasih Tuhan dan kita dimampukan belajar mengasihi sesama. Pengertian kasih yang benar membuat kita berani terus mengejar perubahan hidup. Dalam mengasihi, orang berani menyatakan kebenaran firman Tuhan, tetap memberi meskipun kita tidak suka atas perbuatan orang itu, atau orang tersebut tidak berterima kasih. Tetap bersedia menegur, menasehati, memarahi dengan penuh kasih, berterus terang demi kebaikan dan keselamatan orang tersebut. sanggup bertahan dan mampu memuji Tuhan dalam penganiayaan, bahkan dalam penderitaan seperti Santo Paulus dalam suratnya kepada Timotius “ Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu” ( 2 Timotius 2: 9). Santo Paulus mengalami perubahan sikap hidup karena telah mengalami kasih Tuhan Yesus. Yang semula mengejar, memenjarakan bahkan membunuh pengikut Kristus berbalik menjadi rasul yang sangat mengasihi Tuhan Yesus.   

Mengapa kita harus mengasihi? Perintah utama Tuhan Yesus sendiri. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus memberi jawaban kepada seorang ahli Taurat yang bertanya  tentang hukum yang paling utama yaitu:” Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari kedua hukum ini”. (Markus 12 : 30-31).

Bagaimana kita dapat mengasih Tuhan ketika mengalami banyak masalah, banyak beban bahkan masih ada dosa?

Yang pertama datang kepada Allah karena kasih berasal dari Allah, Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:7-8), untuk melakukan pertobatan dengan mengambil Sakramen Pengampunan Dosa. Dengan demikian, kita dibebaskan dari dosa yang membelenggu hidup kita sehingga relasi kita dengan Tuhan yang terputus dipulihkan lagi.

Kedua, mohon Sapta Karunia Roh Kudus, agar hidup kita selalu dikuduskan. Orang yang mengalami dikasihi Tuhan, di dalam hidupnya ada kasih Allah yang mengalir, ada sukacita, dan damai sejatera yang terpancar keluar dan berdampak positif pada orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ketiga, memupuk persatuan dengan Tuhan Yesus dalam menghayati firman Tuhan, mengikuti sakramen-sakramen, doa, adorasi, meditasi, devosi, mengikuti persekutuan doa.

Keempat, ada kerinduan untuk mengusahakan berapa pun harganya. Kasih menjadi sasaran perubahan hidup. Saat kita sulit atau kurang mengasihi, kita tidak boleh diam dan pasif. Tanpa mengerti kasih yang utuh kita tidak mungkin dapat mengejar kasih, sebaliknya kita akan mengejar penerimaan, keadilan manusia, pembelaan manusia, uang, karier, posisi dan lain sebagainya.

Mari kita mohon pertolongan Roh Kudus untuk memimpin hidup kita agar kita berani mewartakan kebenaran firman Tuhan ke segala makhluk sehingga banyak orang mengenal Tuhan dan diselamatkan. 

Doa: Syukur dan terima kasih Tuhan Yesus, buat kasih-Mu yang begitu mendalam atas hidup kami. Engkau Allah yang setia meskipun seringkali kami tidak setia. Roh Kudus, buka hati setiap orang untuk menerima dan mengalami kasih, damai sejahtera dan sukacita yang berasal dari Engkau, sehingga mereka boleh mengalami perubahan hati, pola pikir dan sikap untuk mengasihi-Mu dan mengasihi sesama. Demi Yesus Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin. (ECMW)