Giving My Best

Renungan Sabtu 6 Juni 2020

Bacaan: 2Tim. 4:1-8Mzm. 71:8-9,14-15a,16-17,22Mrk. 12:38-44

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. (Markus 12:44)

Shalom, Sahabat terkasih di dalam Kristus.

Sungguh luar biasa kebaikan Tuhan Yesus bagi kita semua. Kalau hari ini, Tuhan masih izinkan kita saling berbagi informasi dan kebaikan Tuhan Yesus, maka artinya penyertaan Tuhan dan kasih Tuhan itu sungguh sempurna. Karena ternyata di dalam setiap masalah yang kita hadapi, selalu ada pertolongan Tuhan Yesus yang tidak terbatas. Hari-hari ini, kita masih terus berkutat dengan masalah pandemi Covid-19. Bahkan saya merasakan, sepertinya pandemi ini belum terlihat ujung pangkalnya, sehingga sering saya bertanya: “Masih lamakah pandemi ini berlangsung?” Putus asa? Tentu tidak, karena saya percaya dan hanya fokus pada kasih Tuhan Yesus. Mudah? Jujur saja tidak. Tapi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mempercayai Tuhan Yesus.

Sahabat terkasih, dalam masa pandemi ini, saya terus mengalami keajaiban-keajaiban Tuhan. Beberapa saat yang lalu, saat berdoa, saya berkata, “Tuhan saya rindu bisa melayani seperti sedia kala, seperti saat sebelum pandemi ini terjadi. Bisa pelayanan bersama rekan-rekan yang lain. Bisa memberitakan kebaikan Tuhan Yesus kepada banyak orang.” Suatu doa yang tidak pernah saya pikirkan, tapi keluar begitu saja dari mulut saya. Ternyata doa ini langsung dijawab Tuhan Yesus tanpa menunggu lama. Kira-kira satu jam kemudian, seorang rekan pelayanan, menawarkan tugas pelayanan di ibadat Novena Roh Kudus. Saya tertegun dan tidak berani menolak. Bingung dan senang. Ternyata doa saya dijawab. Karena lama tidak pelayanan, grogi juga, stress juga, sakit perut dan lain sebagainya, apalagi disiarkan live di Youtube. Namun yang saya ingat hanyalah Tuhan yang begitu mencintai. Saya hanya bisa berkata, Tuhan terjadilah sesuai keinginan-Mu saja. Tidak ada satu pun yang bisa saya berikan kepada Tuhan Yesus sebagai ganti cinta-Nya. Singkat cerita, saya jalani pelayanan ini dengan penuh sukacita. Luar biasa, doa terjawab, bisa pelayanan lagi, punya kesempatan berbagi kebaikan Tuhan Yesus dan memberikan semangat kepada banyak orang. Terpujilah Tuhan.

Dengan kejadian yang saya alami, saya semakin percaya, bahwa Tuhan tidak menginginkan apapun dari diri saya. Tuhan Yesus sangat tahu keadaan saya saat ini. Tuhan tahu masalah yang sedang saya hadapi, kesulitan keuangan akibat pandemi ini, Dia sangat paham. Yang Tuhan inginkan hanyalah menyenangkan-Nya dengan seluruh hidup kita.

Sahabat, mari di saat-saat seperti ini, jangan banyak mengeluh dan berharap kapan pandemi ini usai, mari kita hidup sesuai anjuran pemerintah New Normal Life (Bersama Yesus). Tidak usah tunggu tanggal mainnya, lakukan sekarang juga. Seperti yang dilakukan oleh seorang janda yang memberikan semua harta yang ada padanya (Markus 12:44), suatu persembahan yang menyenangkan hati Tuhan, karena dia memberi dengan sepenuh hati.

Tetap percaya bahwa Tuhan Yesus menyertaimu, membuka jalan bagimu, menyediakan New Life, hidup baru bersama Allah Roh Kudus. Dan jangan lupa untuk terus menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan. Memuji Tuhan di setiap waktu, “Mulutku penuh puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.“ Mazmur 71:8.

Tetap aman, tetap sehat, tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (BVJSW)