Berkenan Kepada-Nya

Renungan Rabu 24 Juni 2020, Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Bacaan: Yes. 49:1-6Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15Kis. 13:22-26Luk. 1:57-66,80

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. (Kisah 13:22)

Keponakan saya yang masih balita, pada waktu berumur 2 tahun, ia selalu makan dengan cepat, makan sendiri dengan rapi dan menghabiskan nasinya tanpa menolak lauk yang diberikan. Sangat menyenangkan. Dengan bertambahnya umur mulai ada perubahan. Yang semula dapat makan mandiri, mulai manja dan minta disuapi. Mulai “sulit” makan, lama habisnya. Sebagai orang tua tentu kita mengharapkan anak yang manis, penurut seperti dulu. Rupanya dengan bertambahnya usia, ia mulai terpengaruh lingkungan sekitar, dan meniru teman-temannya.  Hal ini membuat menjadi kurang berkenan.

Kita adalah orang-orang yang terpilih dari Allah. Kita dilimpahi berbagai kasih karunia, berkat, bakat dan talenta. Kita dapat menjadi dan melakukan apa yang kita kehendaki. Yang sering kita lupakan adalah menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan. Padahal Tuhan memiliki rancangan untuk pribadi kita masing-masing.  Yesaya 49:5a Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya.

Seperti juga Yohanes yang diberi tugas mempersiapķan jalan Yesus, Kis 13:25a  Ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Yohanes tahu dengan jelas apa yang dikehendaki Allah.

Bagaimana kita tahu apa yang dikehendaki Tuhan dari diri kita? Butuh suatu relasi yang kuat antara diri kita dengan Tuhan. Kedekatan ini dapat dibangun melalui komunikasi yang intensif. Misalnya dengan membaca sabda Tuhan setiap hari, berdoa dan mengucap syukur, menyambut Ekaristi kudus (walau sekarang kita hanya menghadiri misa live streaming), membuat Lectio Divina. Usaha ini akan membawa kedekatan kita dengan Tuhan, membuat kita lebih peka dengan kehendak Tuhan dan bersedia melaksanakannya. Kebiasaan ini harus dijaga dan dipelihara.

Perjalanan hidup ini hanya perziarahan sementara menuju kehidupan kekal. Mari kita selalu berusaha menjadi hamba yang baik, yang berkenan kepada-Nya dengan melakukan semua kehendak-Nya. Dengan bantuan Roh Kudus kita akan dimampukan.

Doa:

Tuhan Yesus, sungguh kurindu pada-Mu. Ajari daku semakin mengerti dan memahami kehendak-Mu. Ampunilah daku yang sering mendahulukan kepentinganku di atas kehendak-Mu. Dengan bantuan Roh Kudus mampukan daku untuk selalu taat dan melakukan kehendak-Mu. Amin. (IDJ)