Terus Terang

Renungan Senin 25 Mei 2020

Bacaan: Kis. 19:1-8Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7abYoh. 16:29-33

Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.” Yohanes 16:29

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata:bahwa akan tiba saatnya Yesus  tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan,’ atau menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan kerajaan surga. Maka para murid pun juga menjawab kepada Yesus: lihat sekarang Engkau berkata-kata terus terang, dan Engkau tidak memakai kiasan. Jadi para murid tidak perlu lagi berusaha dengan keras untuk mengerti apa maksud perkataan Yesus, karena sebelumnya mereka sering berusaha keras untuk mengartikan apa yang dimaksud dari perkataan Yesus.

Pada awal saya mulai membaca kitab suci, saya merasa kesulitan untuk memahaminya. Dengan berjalannya waktu, kerinduan saya untuk sering membaca kitab suci semakin besar, tetapi saya tetap kesulitan untuk memahami kitab suci.

Kerinduan untuk mengerti, menghantar saya untuk belajar kitab suci lebih sungguh-sungguh, saya pun mendaftarkan diri mengikuti sebuah kursus penginjilan pribadi, yang semula saya pahami sebagai kursus kitab suci. Pada awal pelajaran, saya pun merasakan Tuhan berbicara melalui para pengajar. Setiap hari saya dibimbing untuk membaca kitab suci. Sejak itu banyak hal yang sebelumnya tidak saya paham, menjadi lebih jelas dan saya semakin bersemangat untuk mengikuti pelajaran di kursus itu.

Lewat bimbingan dan bantuan kuat kuasa Roh Kudus, saya dimampukan mengerti kiasan atau perumpamaan-perumpamaan yang Tuhan sampaikan di dalam kitab suci, sehingga saya merasa mengalami perubahan di dalam hidup saya. Saya mulai mengerti bahwa menjadi seorang kristen tidak cukup hanya kerja baik, tidak cukup untuk tidak menyakiti hati orang, tidak menipu dan tidak mencuri. Ternyata menjadi pengikut Kristus ada tugas yang harus saya lakukan, yaitu mewartakan Injil kepada setiap pribadi yang berjumpa dengan saya, bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam hidup saya dan memiliki kehidupan yang seimbang melalui kehidupan doa, membaca kitab suci, hidup menggereja, memiliki komunitas dan hidup melayani Tuhan dan sesama.

Sungguh saya bersyukur karena Tuhan Yesus selalu membantu dan membimbing saya baik dalam pekerjaan maupun pelayanan.

Terima kasih Tuhan atas hikmat-Mu dalam hidup saya, sehingga saya dapat mengerti sabda-Mu, dan semoga  saya tetap setia melakukan sabda-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati. (KSM)