Roh Kudus Gerakkan Gereja-Nya

Renungan Jumat 15 Mei 2020

Bacaan: Kis. 15:22-31Mzm. 57:8-9,10-12Yoh. 15:12-17

Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini. (Kisah 15:27-28)

Dalam kuasa Roh Kudus, para rasul dan penatua di Yerusalem dengan bulat hati telah memutuskan dan mengutus beberapa orang, yaitu Yudas dan Silas ke Antiokhia. Sedangkan kita ketahui pada masa itu dengan kondisi geografis dan belum adanya alat transporttasi dan sarana komunikasi seperti saat ini, tetapi Yudas dan Silas tetap dengan semangat, penuh iman mau melaksanakan tugas perutusannya menghadapi kondisi dengan berbagai permasalahan. Mereka tetap melaksanakan, dan membawa surat dan menyampaikan pesan yang diminta oleh para rasul dan penatua di Yerusalem. Mereka tidak ragu meskipun melihat ada banyak kesulitan-kesulitan di perjalanan dan bahaya sepanjang perjalanannya. Dengan penuh kepatuhan dan pecaya karena kasihnya kepada Yesus, mereka melaksanakan tugasnya dengan segala risiko yang harus dihadapi serta kemungkinan penolakan–penolakan dari para jemaat di Antiokhia.

Roh Kudus menggerakkan Yudas dan Silas sehingga mampu melaksanakan tugasnya. Jiwa dan roh mereka dipenuhi cintanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa seperti yang Yesus ajarkan. Maka dengan penuh iman dan harapan, mereka bergerak bangkit dan berjalan melakukan perjalanan yang jauh, melelahkan dalam sukacita.

Bila kita melihat kondisi saat ini, di mana kita sulit bahkan tidak bisa melakukan misa harian, mingguan, acara gereja dan pertemuan doa di lingkungan atau wilayah, belum lagi tugas-tugas pelayanan dan pengajaran.  Tantangan masalah yang kita hadapi bukan karena ruang jarak dan waktu, bukan karena fasilitas, dana dan transportasi, tetapi karena pandemi COVID-19.

Kondisi ini, juga mengakibatkan terjadinya  gangguan kejiwaan. Sebagian besar orang merasa khawatir dengan segala macam hal yang bisa menjadi penularan, bahkan untuk akibat lain-lain yaitu faktor ekonomi yang banyak terjadi bagi banyak orang. Meningkatnya gangguan kecemasan, ditandai dengan perasaan cemas, khawatir, atau takut berlebihan. Kemudian mengubah cara berpikir dan bahkan iman seseorang, yang kemudian mempengaruhi roh kita sebagai orang Kristen yang diutus.

Tetapi nyata sangat luar biasa peran Roh Kudus yang tidak dapat dicegah oleh pikiran manusia. Dengan makin banyak gereja melakukan antisipasi COVID-19, di mana Gereja Katolik melakukan tindakan nyata dalam dorongan kekuatan Roh Kudus menggerakkan para pimpinan gereja, pengurus gereja dan para umatnya. Gereja tetap hadir di setiap hati umat. Umat telah menjadi gereja-gereja kecil, gereja keluarga, di mana setiap keluar mengikuti perayaan Ekaristi masing-masing di rumah. Sehingga dengan kekuatan Roh Kudus, dalam keadaan apa pun, tetapi apa yang menjadi rencana Tuhan tetap terlaksana.

Doa: Ya Bapa, kami mengucap syukur karena Engkau mengurapi setiap kami dan pemimpin gereja kami dengan kuasa Roh Kudus, sehingga mampu tetap menghadirkan Engkau dalam hati kami dalam segala keterbatasan kami saat ini. Amin. (WYN)