Rendah Hati

Renungan Sabtu 23 Mei 2020

Bacaan: Kis. 18:23-28Mzm. 47:2-3,8-9,10Yoh. 16:23b-28

Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. (Kisah 18:24b)

‘Lebih mudah menjadi rendah hati bila tidak dikenal banyak orang’, ungkapan ini disetujui oleh banyak orang, karena memang orang-orang (termasuk pelayan rohani) yang sudah terkenal lebih sulit untuk menerima kritik atau diajar oleh orang lain.

Membaca bacaan pertama hari ini, bagi saya Apolos adalah seorang yang rendah hati, dikatakan pada ayat 24 dan 25 bahwa ia adalah seorang yang mahir dalam soal-soal Kitab Suci, fasih berbicara dan juga telah menerima pengajaran dalam jalan Tuhan, bahkan dalam surat pertama rasul Paulus pada jemaat di Korintus, jelas terlihat bahwa Apolos adalah seorang yang memiliki banyak pengikut (golongan Apolos), tetapi ternyata Apolos yang pandai dan terkenal ini mau untuk diajar oleh Priskila dan Akwila di rumah mereka.

Kerendahan hati Apolos yang tidak merasa lebih pandai membuat ia menjadi orang yang sangat berguna bagi orang-orang percaya (ayat 27b).

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan saya untuk memeriksa dan merenungkan kembali apakah saya sudah cukup rendah hati, apakah saya selalu terbuka akan masukan-masukan dan juga kritik, apakah saya tidak merasa bahwa pemahaman saya adalah yang paling benar.

Doa: Tuhan, ampunilah kalau aku menjadi orang yang tinggi hati karena apa yang telah Engkau berikan padaku. Curahkanlah selalu rahmat-Mu agar aku selalu menyadari siapa diriku dan segala hal yang aku pahami adalah karunia dari-Mu. (FSH)