Milik Yesus

Renungan Selasa 5 Mei 2020,

Bacaan: Kis. 11:19-26Mzm. 87:1-3,4-5,6-7Yoh. 10:22-30

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yohanes 10:28)

Membaca ayat di atas sebagai pengikut Yesus kita ini adalah milik-Nya yang akan menerima janji-Nya. Namun apakah cukup menjadi pengikut Yesus langsung menerima kehidupan kekal dan keselamatan yang tidak akan direbut siapapun? Pertanyaan ini menjadi permenungan ketika kita kembali membaca di ayat sebelumnya, Yoh 10:27,  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Janji Tuhan diberikan bagi mereka yang mendengar suara-Nya, dikenal oleh-Nya dan mengikuti-Nya. Bagaimana dengan diriku?

Suara Tuhan kadang terdengar keras olehku saat tubuh begitu lemah dan dosa menunggu di setiap cela kelalaianku, menahanku agar tidak jatuh ke dalam dosa. Namun di saat aku begitu bersemangat dengan kesibukan dan ketenaran, suara Tuhan sayup-sayup terdengar, kalah oleh godaan untuk sorak-sorai kemenangan. Kusadari bahwa aku masih belum taat dan setia dalam mendengar suara Tuhan.

Tidak dikenal oleh-Nya, ini yang paling kutakuti karena semua menjadi sia-sia bila Tuhan tidak mengenalku, sebagaimana dalam Matius 7:23, Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Tuhan mengenalku melalui relasi yang dalam dan terus menerus, setia dalam ujian dan cobaan, dalam segala kondisi, sementara hubunganku dengan Tuhan kadang serasa seperti Long Distance Relationship (hubungan jarak jauh). Hanya ketika aku tersungkur, aku buru-buru mencari-Nya, melekat dan tidak mau lepas. Aku datang dan pergi sesuka hatiku, bagaimana Tuhan dapat mengenalku dengan baik? Mengikuti Tuhan adalah kerinduanku yang pekat tetapi perjuangan kadang maju mundur mengikuti skala prioritas, untung rugi dan sedikit banyak menurut keinginanku sendiri, belum ada komitmen totalitas mengikuti Yesus. Tiba-tiba aku merasa ngeri dan gemetar, sadar bahwa bisa jadi aku di luar mereka, padahal aku tadi begitu percaya bahwa janji itu pasti kudapatkan. Kita tidak cukup mengklaim pengikut Yesus bila belum mengikuti-Nya, merasa sebagai milik Yesus namun belum diikuti dengan kesadaran iman untuk mengikuti Yesus sepenuhnya. Ibarat label, ditulis milik Yesus tapi belum menjadi milik Yesus yang dikenal-Nya, masih milik Yesus menurut versi kita sendiri.

Maka marilah melalui firman-Nya, kita semua disadarkan akan kehidupan yang berfokus pada Yesus agar kehidupan kekal dan keselamatan diberikan pada kita sebagai milik Yesus yang layak mendapatkannya.

Tuhan Yesus, kami mohon pengampunan dari-Mu yang maha rahim. Ampunilah kami orang yang berdosa, jauhkanlah kami dari kesombongan diri, keyakinan tanpa bukti penyerahan total dan komitmen untuk mengikuti-Mu. Sungguh roh berkeinginan kuat namun daging kami teramat lemah, mohon kekuatan bagi roh kami untuk tunduk dan taat serta setia mendengar suara-Mu sampai Engkau mengenal kami masing-masing oleh kedekatan dan kebersamaan dan kami mengikuti-Mu sekehendak rancangan-Mu bagi hidup kami. Tuhan Yesus yang maha murah, kami milik-Mu, kepada-Mulah seluruh hidup kami serahkan. Terimalah dan pakailah menurut kehendak-Mu semata. Demi Kristus sang penyelamat yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala abad. Amin. (VDL)