Kepastian Kehidupan Kekal

Renungan Kamis 21 Mei 2020, Hari Raya Kenaikan Tuhan

Bacaan: Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23; Mat. 28:16-20

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:18-20)

Peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke sorga memiliki arti penting dalam iman kristiani, yaitu bukti bahwa Tuhan yang kita sembah di dalam nama Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa; Raja yang besar atas seluruh bumi (Mazmur 47:3). Artinya, jika Tuhan semesta alam menyertai kita, tidak ada alasan bagi kita untuk takut, kuatir dan gentar dalam menghadapi apapun juga, karena tertulis: “…betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus” (Efesus 1:19-20). Jika kita tidak memiliki pengertian demikian maka sia-sialah ibadah perayaan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga yang kita lakukan.

Sahabat, dengan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ada jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Artinya, sorga bukan sekedar impian, angan-angan atau pengharapan kosong, melainkan sesuatu yang pasti, karena Tuhan telah menyediakannya bagi kita; sebab Ia mau di mana Ia berada di situ pula kita akan berada. Inilah pengharapan iman di dalam Kristus yaitu kepastian kehidupan kekal. Karena kepastian hidup kekal itu ada di dalam Yesus Kristus, maka Injil harus terus diberitakan ke seluruh penjuru bumi. Injil memimpin kita untuk hidup dalam kebenaran dan percaya kepada Kristus; dan kita harus berpegang teguh pada Injil agar kepercayaan kita tidak menjadi sia-sia.

Oleh karena itu sebelum terangkat ke sorga, Tuhan memberikan perintah kepada murid-Nya agar pergi memberitakan Injil dan menjadikan segala bangsa murid-Nya (Matius 28:18-20). Namun, pergi saja tidak cukup, mereka harus memiliki kuasa agar dapat menjadi saksi Kristus di dunia (Kis.1:8). Kuasa ini sangat penting karena kita akan menghadapi peperangan. Ingat, peperangan itu bukanlah melawan darah dan daging, melainkan melawan penghulu-penghulu di udara yaitu roh-roh jahat yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Tanpa kuasa dari Allah bagaimana kita dapat membebaskan orang lain yang masih berada di bawah kuasa si jahat? Kuasa itu ialah Roh Kudus. Tanpa penyertaan Roh Kudus pelayanan apa pun yang kita lakukan tidak akan berdampak apa-apa bagi orang lain.

Sahabat, kita harus yakin bahwa Tuhan bukan hanya sebagai perlindungan dan kekuatan kita saja, tetapi Dia juga adalah penolong yang ‘Maha Hadir’ dalam setiap masalah dan pergumulan kita.

Semoga melalui peristiwa ini, iman setiap kita semakin diteguhkan dan berakar kuat di dalam Tuhan, sebab ada jaminan keselamatan dan kehidupan kekal di sorga bagi kita yang percaya. Amin (FHM).