Cinta Kasih Mengalahkan Covid-19

Renungan Kamis 14 Mei 2020, Pesta St. Matias

Bacaan: Kis. 1:15-17,20-26Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8Yoh. 15:9-17

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yohanes 15:13-15)

Dalam suatu arahannya, Presiden Joko Widodo mengatakan: “Saya banyak mendengar dan melihat tentang orang-orang yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah dengan alasan tidak ada data yang lengkap mengenai penduduknya. Yang lebih memprihatinkan, saat ini yang telah membuat saya kecewa kepada orang-orang yang memanfaatkan situasi COVID-19 dan tambah mengada-ada. Banyaknya warga masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan hanya gara-gara sebagian orang yang memanfaatkan hak orang lain.”

The Golden Rule dari Yesus adalah tentang cinta kasih, ajaran yang menjadi dasar dari seluruh pengajaran dan perintah-Nya kepada semua murid-murid-Nya. Cinta kasih tidak cukup hanya menjadi retorika, kebanggaan, dikhotbahkan di mimbar-mimbar, dan sebagainya. Tetapi cinta kasih harus dipraktikkan, dilakukan secara nyata, dalam rupa kepedulian, empati, saling menolong, saling berbagi terhadap sesamanya, terutama kepada orang kecil, yang kesulitan, yang menderita. Terutama di saat pandemi COVID-19 ini. Bukan dengan cara mencari selamat sendiri, atau bahkan menjadi advonturis, mencari keuntungan untuk diri sendiri atau kelompok-kelompoknya.

Sejak COVID-19, saya ikut menjadi relawan, datang ke rumah-rumah sakit, instansi-instansi untuk membagikan kebutuhan Alat Pelidung Diri (APD) bagi para petugas medis, juga bersama instansi terkait datang ke kampung-kampung, lorong-lorong sempit, menjumpai orang-orang miskin, tua, terdampak PHK untuk berbagi kebutuhan hidup dan meringankan beban berat akibat serangan COVID-19.

Orang tidak akan bisa ikut merasakan bagaimana penderitaan hidup yang dialami banyak orang saat ini, ketika ia tidak mau mendekat, melihat, mengamat-amati dengan seksama seperti yang dilakukan orang Samaria yang baik hati itu.

Wajar kalau Presiden Joko Widodo marah, ketika melihat orang yang tidak peduli, orang-orang yang hanya suka mengkritik, melempar isu yang bisa memecah belah dan tidak menyelesaikan masalah.

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya, kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”

Marilah Saudara dan Saudariku, kita meneladani, melakukan perintah Sang Guru, dengan bersatu hati, mempraktikkan cinta kasih kepada orang di sekitar kita dengan tindakan nyata, saling peduli, tolong menolong dan berbagi. Niscaya kita akan mampu menghadapi COVID-19 ini dengan cepat dan selamat.

Berkah Dalem.

FXST