Aku Saksi Kristus

Renungan Senin 18 Mei 2020

Bacaan: Kis. 16:11-15Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9bYoh. 15:26-16:4a

Dalam hari-hari ini, ketika saya merenungkan perjalanan Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) di paroki kami dan membayangkan satu demi satu siswa yang selama ini sudah bergabung, ada sukacita dan syukur mengalir dari satu penyadaran. Ternyata sebagian besar siswa adalah mereka yang telah mendengar atau melihat kesaksian hidup dari para siswa yang sudah lebih dulu bergabung. Ada yang dari umat lingkungan, kelompok-kelompok kategorial, maupun para fungsionaris di paroki. mereka sungguh menjadi saksi-saksi yang mewartakan dalam kata dan tindakan; cara hidup mereka.

Seringkali banyak umat mengalami, bahwa ada suara dalam hatinya yang mengajak untuk bertumbuh, mengenal Tuhan lebih, mengalami relasi yang lebih baik dan intim dengan Tuhan. Namun seakan itu cuma tinggal dalam angan-angan.

Kesaksian hidup kita bersama Roh Kudus, akan menjadi penggerak bagi sesama untuk berani mengambil langkah maju. Menjadi saksi Kristus, bukanlah cuma sekedar tawaran Tuhan. Namun menjadi sebuah keharusan, bagi setiap orang yang mengaku sebagai murid Tuhan, yang menghantar setiap orang boleh menemukan Tuhan, mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Terlebih di hari-hari ini, ketika banyak orang termasuk umat Tuhan, diliputi ketakutan, kekhawatiran, kecemasan akan kesehatan juga masalah perekonomian, yang bisa menggoncangkan iman.

Pada masa inilah kita sungguh diharapkan menjadi saksi yang mewartakan kasih dan kebaikan Tuhan, bersama dengan Roh Kudus dalam tindakan dan karya nyata.

Aku saksi Kristus, kamu saksi Kristus, kita semua saksi Kristus!

Selamat hari Senin. Berkat dan kasih Tuhan menyertai kita semua!

-JTI-