Menjadi Saksi

Renungan Senin 13 April 2020

Bacaan: Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15

Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Matius 28:10)

Sangat jarang dan bahkan hampir dikatakan sulit bagi seseorang untuk mau menjadi saksi bagi orang lain. Karena kita takut terlibat dengan orang yang meminta kesaksian kita.

Sebagai contoh jika kita melihat peristiwa kecelakaaan di jalan. Ada sebuah mobil dalam posisi berhenti lalu tiba-tiba sebuah sepeda motor dengan pengendaranya, dengan kecepatan tinggi menabrak mobil tersebut, lalu meninggal dunia di tempat kejadian. Kita yang menyaksikan peristiwa tersebut seringkali enggan untuk menjadi saksi bagi pengendara mobil yang ditabrak dari belakang. Karena kita enggan berurusan dengan pihak yang berwajib. Karena kita tidak mau repot yang mana tidak membawa keuntungan apa pun bagi diri kita.Namun, melalui rahmat sakramen baptis, kita sebagai murid-murid Kristus dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan Tuhan. Oleh karena itu agar kita dapat dan berani menjadi saksi kebangkitan Kristus kita terlebih dahulu harus merasakan kasih Tuhan dan mempunyai hubungan yang personal dengan Tuhan. Dengan demikian kita tidak akan lagi berpikir takut repot serta hanya sekedar mencari keuntungan pribadi untuk menjadi saksi kebangkitan Tuhan bagi sesama.

Layakkah kita disebut sebagai murid yang memiliki tugas menjadi pewarta kebangkitan Kristus bagi sesama jika kita masih memikirkan repot, takut serta hanya mencari keuntungan pribadi?

Inilah yang terjadi dalam bacaan hari ini yang mengisahkan para serdadu yang disuap untuk memberikan kesaksian palsu bahwa Yesus tidak bangkit dari antara orang mati, tetapi jenazah-Nya diambil oleh para murid. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki relasi yang personal dengan Tuhan serta hanya digerakkan oleh keuntungan pribadi.

Pertanyaannya bagi kita, mana yang akan kita pilih, menjadi seperti para serdadu atau menjadi murid Kristus yang sejati?

Tuhan mengharapkan kita semua menjadi murid-Nya yang sejati dengan mau menjadi saksi kebangkitan-Nya bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (HFS)