Kasih Dalam Tekanan

Renungan Kamis 9 April 2020

Bacaan: Kel. 12:1-8.11-14; Mzm. 116:12-13.15-16bc.17-18; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-15

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:14-15)

Sebagai seorang kristiani kata kasih tidaklah menjadi kata yang asing, bahkan mungkin telinga kita mendengarnya berkali-kali, juga mungkin mengucapkannya berkali-kali dengan mudah. Namun ketika kasih itu dipraktikkan dengan sungguh-sungguh dan tulus menjadi sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Sebagai murid Yesus, hari ini Yesus telah mengingatkan saya bagaimana Dia mengasihi saya meskipun saya orang berdosa dan Yesus meminta saya untuk melakukan hal yang sama yang telah saya terima dari Dia.

Dalam keadaan yang menyenangkan atau ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana dan harapan, saya lebih mudah mengasihi orang di sekitar saya, atau dengan orang-orang yang menyenangkan dan mengasihi saya, maka saya pun lebih mudah mengasihi mereka. Namun dalam keadaan yang sulit dan banyak tekanan, atau dengan orang yang tidak menyenangkan, cenderung kasih menjadi luntur bahkan sikap egoistis yang lebih dominan.

Doa:Β Tuhan Yesus, aku bersyukur akan kasih-Mu yang sungguh besar bagiku sampai Engkau menebus segala dosaku dan menjadikan aku ciptaan baru. Bantulah aku agar dapat memiliki sikap rendah hati dan selalu mengingat kasih-Mu yang besar. Sehingga dalam keadaan apapun aku dapat mengikuti teladan-Mu untuk mengasihi siapa saja yang ada di sekitarku atau orang-orang yang aku jumpai dalam kehidupanku sehari-hari. Amin. (CTS)