Diutus Untuk Menyelamatkan

Renungan Rabu 22 April 2020, Hari Biasa Pekan Paskah II

Bacaan: Kis. 5:17-26Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9Yoh. 3:16-21

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:17)

Dalam bacaan injil ini, ada 3 hal yang bisa kita renungkan, yaitu KASIH, PERUTUSAN dan PENYELAMATAN. Karena kasih Bapa kepada kita, maka Bapa mengutus Putra-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita.

Sadarkah kita akan kasih Bapa dan Yesus yang mau taat akan perutusan ini guna menyelamatkan kita?  Yesus datang ke dunia ini bukan untuk menghakimi atau menghukum kita, tetapi menebus dosa dan segala kesalahan kita, sehingga relasi kita dengan Bapa boleh terjalin kembali.

Bila kita telah menyadari kasih Bapa dan pengorbanan Yesus untuk menebus kita, maka kita akan merasakan keselamatan yang diberikan kepada kita, dan kita pun pasti ingin mewartakan kasih Bapa dan pengorbanan Yesus ini, agar sesama kita pun merasakan keselamatan seperti yang kita rasakan. Kita pun diutus untuk mewartakan keselamatan. Namun, siapkah kita diutus untuk menyelamatkan sesama kita? Ataukah kita lebih siap untuk menghakimi daripada menyelamatkan sesama?

Saya merasa, bahwa seringkali saya lebih siap menghakimi daripada menyelamatkan, saya lebih mudah mengkritik sesama saya daripada melihat sisi lain dari sesama saya. Dari bacaan Injil ini, menyadarkan saya bahwa saya harus melihat sesama saya dalam kasih, sehingga saya tidak mudah menghakimi. Dan saya harus selalu ingat untuk menyelamatkan sesama, saya harus siap diutus dengan mengingat kasih Bapa kepada saya melalui pengorbanan Yesus.

Marilah kita bersama sama mohon kepada Tuhan, agar kita siap diutus untuk menyelamatkan sesama kita melalui perbuatan dan perkataan kita yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus.

Doa: Ya Yesus, Engkau tahu bahwa kami seringkali tidak bersedia untuk diutus, kami lebih bersedia menghakimi sesama kami. Ampuni kami ya Tuhan. Kini kami mohon, beri kami semangat agar kami siap selalu diutus mewartakan keselamatan dari Engkau, agar sesama kami boleh merasakan sukacita dan damai senantiasa. Amien. (IJW)