Beritakan Injil

Renungan Sabtu 18 April 2020

Bacaan: Kis. 4:13-21Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21Mrk. 16:9-15

Beritakanlah Injil

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Markus 16:15)

Shalom,
Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, bacaan Injil hari ini tentu sudah seringkali kita baca dan dengar, karena bagian akhir Injil Markus ini merupakan tugas perutusan/amanat agung yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita sebagai murid-murid-Nya sebelum Tuhan Yesus naik ke surga.

Tugas untuk memberitakan Injil dari zaman ke zaman selalu mempunyai tantangannya sendiri-sendiri. Seperti yang dihadapi oleh murid-murid Yesus pada zaman gereja perdana. Murid-murid Yesus hidup dan mengalami Yesus secara pribadi. Sesudah Yesus naik ke surga, dan karena kekuatan Roh Kudus, murid-murid Yesus mulai mewartakan Injil. Namun mereka juga menghadapi tantangan dari pemuka agama Yahudi, bahkan Rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi.
Mereka menekan kedua rasul itu untuk tidak berbicara dan mengajar lagi dalam nama Yesus.

Saat ini, gereja mengalami tantangan untuk mewartakan Injil karena adanya pandemi COVID-19. Kita saat ini belum bisa melakukan kunjungan rumah, belum bisa mewartakan secara langsung pada orang-orang kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, karena kita saat ini sedang dalam situasi physical distancing.

Apa pun yang kita alami saat ini, kita tetap dapat bersyukur kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Tuhan itu kekuatan dan mazmurku, Ia adalah benteng keselamatanku. Kita tetap bisa mewartakan Injil (kabar sukacita dan keselamatan) kepada orang-orang yang kita kenal melalui berbagai media. Kita tetap bisa sharing, kita bisa saling meneguhkan, menghibur dan membagikan kasih Tuhan. Ya, kita melaksanakan evangelisasi melalui media yang ada.

Kita merindukan bersekutu bersama umat Allah dalam Gereja, kita rindu menyambut Tubuh dan darah Kristus dalam Ekaristi Kudus, tetapi karena keadaan kita harus tetap di rumah. Namun demikian, kita tetap masih bisa membagikan kasih Tuhan kepada keluarga kita. Tuhan membentuk kita untuk mengalami keluarga sebagai ecclesia domestica secara nyata. Kita diberi kesempatan untuk menghadirkan misa dalam keluarga melalui media televisi, live streaming, bahkan Misa Requiem untuk mendoakan saudara-saudari kita yang telah berpulang pada Bapa.

Doa: Bapa Yang Maha Rahim, puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu. Penyertaan-Mu selalu nyata dalam hidup kami setiap hari. Kami mohon agar pandemi ini segera berakhir, agar kami boleh menyambut tubuh dan darah-Mu dalam Misa yang kami rindukan dan juga kami bisa terus mewartakan kabar sukacita dan keselamatan kepada setiap orang dan perjumpaan yang menyenangkan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. (DLD)