Beranikah Menjadi Saksi Kristus Saat Ini?

Renungan Kamis 23 April 2020

Bacaan: Kis. 5:27-33Mzm. 34:2,9,17-18,19-20Yoh. 3:31-36

Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. (Yohanes 3:32)

Bacaan Injil dan bacaan pertama hari ini menegur saya untuk merenungkan beranikah saya menjadi saksi Kristus saat ini. Seorang saksi yang benar-benar saksi tidak hanya mewartakan hal-hal yang menyenangkan atau membahagiakan saja. Kadang-kadang belum tentu orang bisa menerima kesaksian kita. Beranikah kita menjadi saksi yang benar apa adanya tanpa menambahkan atau mengurangi Kabar Baik yang harus kita sampaikan?

Ketika para rasul ditangkap oleh para pengawal Bait Allah seperti pada bacaan pertama di Kis. 5:32 “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” Para Rasul ditangkap, tetapi mereka tetap berani mengatakan bahwa Yesus telah bangkit, meskipun para imam telah menyuap para serdadu untuk mengatakan bahwa jenazah Yesus dicuri oleh para murid-Nya. Pada Kis. 5:33 para rasul menyampaikan kebenaran kesaksian, tetapi para prajurit malah ingin membunuh mereka.

Saat ini dalam situasi dunia sedang dilanda pandemik COVID-18, kita sebagai murid Kristus ditantang untuk menjadi saksi Kristus yang sejati dalam perbuatan dan tingkah laku kita. Kalau kita melihat di media sosial banyak sekali saat ini terdengar adu argumentasi antara para pengikut Kristus. Ada yang berani mengatakan bahwa kalau kita sebagai pengikut Kristus kita tidak akan terkena virus. Ada yang menantang yang lain untuk mengadakan Kebangunan Rohani untuk membuktikan kalau memang bisa menyembuhkan. Ada yang mengatakan karena kita tidak ke gereja, apakah Tuhan sudah kalah dengan virus. Banyak sekali hal yang didengar, dibaca atau ditonton membuat orang menjadi bingung.

Hari ini bacaan pertama dan kedua meneguhkan agar kita harus benar-benar berani menjadi saksi Kristus dengan mengatakan apa yang benar dan apa yang diajarkan oleh Allah Bapa. Yesus mengatakan apa yang dilihat apa yang didengar kadang tidak dipercaya oleh manusia.

Kita patut bersyukur karena kita memiliki Hirarki Gereja dan kita sudah selayaknya mengikuti apa yang diarahkan oleh Gereja dengan mentaati apa yang diminta. Juga kita sebagai seorang Saksi Kristus kita bisa melakukan mulai menyaring berita yang kita terima dengan tidak meneruskan berita-berita yang mungkin belum tentu benar adanya.

Saat seperti ini adalah saat kita dituntut tetap bersaksi, ada kata-kata bijak yang sangat menarik, ”Jika hidup kita memuliakan Kristus, keheningan pun akan berbicara.”  Sebuah ilustrasi yang bagus kadang kita melihat pantomin atau melihat film Charlie Chaplin kita tidak perlu mendengar suara mereka tetapi kita akan mengerti alur ceritanya. Kita juga bisa tetap menjadi Saksi Kristus meskipun dalam diam tetapi gerakan kita tetap mencerminkan dengan apa yang Kristus ingin sampaikan melalui gerakan kita.

Doa: Tuhanku yang kukasihi, saat-saat ini adalah saat kami tidak dapat bersosialisasi. Kami tidak bisa bertemu dengan orang lain, tetapi melalui keheningan yang Engkau berikan, saat ini kami tetap merasakan karunia-Mu tercurah dalam hati kami. Biarlah kami dalam ketenangan ini tetap bisa menjadi saksi-Mu dalam gerakan yang kami lakukan dengan banyak cara. Bila kami memiliki kain kami bisa membuat masker kain untuk orang yang membutuhkan, bila kami masih memiliki makanan yang berlebih kami menyediakan untuk yang berkekurangan. Tidak lupa pula ya Tuhan, tak hentinya kami memohon kepada-Mu untuk melindungi para dokter dan ilmuwan agar segera menemukan obat dan vaksin sehingga pandemi ini segera berlalu. Dengan perantaraan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, kami mohonkan doa ini. Amin. (AIX)