Aku Melihat Tuhan

Renungan Selasa 14 April 2020,

Bacaan: Kis. 2:36-41Mzm. 33:4-5,18-19,20,22Yoh. 20:11-18

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. (Yohanes 20:18)

Maria Magdalena dan wanita-wanita saleh lainnya yang datang ke makam Tuhan Yesus untuk meminyaki jenazah Yesus, – yang dengan tergesa-gesa telah dimakamkan pada hari Jumat Agung malam, karena hari Sabat telah tiba- merekalah yang pertama kali bertemu dengan Kristus yang telah bangkit (bdk. Mat 28:9-10; Yoh 20:11-18), kemudian mereka membawa berita kebangkitan Kristus kepada para rasul. Sesudah itu Yesus menampakkan diri kepada para rasul, lebih dahulu kepada Petrus, lalu kepada kedua belas murid-Nya (bdk. 1 Kor 15:5) [bdk. KGK 641].

Pada awalnya yang dipikirkan Maria Magdalena, bahwa jenazah Gurunya itu diambil orang, karena dia melihat batu yang menutup makam itu telah diambil dan segera ia mengabarkan hal itu kepada Petrus dan Yohanes (bdk. Yoh 20:1-2). Segera Petrus dan Yohanes berangkat ke kubur, dan melihat makam kosong dan kain kapan yang terletak di tanah. Melihat itu mereka percaya, sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Sesudah mereka pulang, Maria Magdalena masih berdiri dekat kubur dan menangis, ia menjenguk ke kubur dan melihat dua malaikat, yang kemudian bertanya kepadanya, mengapa menangis. Maria Magdalena menjawab bahwa Tuhannya telah diambil orang. Namun akhirnya Yesus sendiri menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena dan menyapanya. Awalnya Maria Magdalena belum mengenali, sampai akhirnya Yesus memanggil namanya, lalu dia sadar bahwa pribadi yang memanggilnya itu adalah Tuhan dan Gurunya. Kemudian Yesus menyuruh Maria Magdalena mengabarkan hal itu kepada para rasul-Nya. Suatu kesaksian yang diberikan Maria Magdalena kepada para rasul: “Aku telah melihat Tuhan!”

Maria Magdalena yang datang ke makam untuk meminyaki jenazah Gurunya, tetapi justru dialah yang pertama kali mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang bangkit. Jika direnungkan hanya karena suatu tindakan kasih yang sederhana ini, Maria Magdalena menjadi saksi pertama kebangkitan Tuhan Yesus.

Maria Magdalena adalah sosok pendosa yang bertobat karena mengalami secara pribadi kasih dan belas kasihan Tuhan Yesus, yang tidak menghakimi atau menghukum dia (bdk. Luk 8:2; Yoh 8:1-11). Dia yang mengalami kasih Tuhan lebih dulu, dan oleh kasih Tuhan itu dia dimampukan untuk mengasihi-Nya. Dia yang mengikuti Gurunya sampai pada salib (bdk. Mat 27:56; Yoh 19:25) dan menjadi saksi pertama kebangkitan Tuhan, dan kemudian diutus untuk mewartakan kebangkitan Tuhan kepada Para Rasul.

Seruan Maria Magdalena: “Aku telah melihat Tuhan!” kepada para rasul ini mau menyatakan bahwa kekristenan bukan hanya soal pengetahuan tentang Tuhan, tetapi pertama-tama adalah perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus yang mengasihi kita, bahkan mengasihi kita apa adanya, dengan segala kelemahan dan kedosaan kita.

Maria Magdalena mewakili setiap pendosa yang bertobat di hadapan Tuhan, mewakili kita semua orang berdosa. Maka seperti Maria Magdalena setelah kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang bangkit dan mengalami kasih-Nya yang melampui segala pengertian, kita juga dipanggil untuk mengasihi Dia di atas segala sesuatu dan bersama Maria Magdalena bersaksi: “Aku telah melihat Tuhan!” Tuhan memberkati. (ET)