Padang Gurun Kehidupan

Renungan Minggu 1 Maret 2020, Hari Minggu Prapaskah I

Bacaan: Kej. 2:7-9; 3:1-7Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17Rm. 5:12-19 atau Rm. 5:12,17-19 atau Mat. 4:1-11

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (Matius 4:1)

Segala pencobaan yang Yesus alami di padang gurun, adalah segala cobaan yang akan kita semua alami juga dalam hidup kita sehari-hari. Semuanya adalah hal-hal yang kita hadapi, kita butuhkan dalam hidup kita. Namun iblis sering menjanjikan sesuatu lebih menggiurkan dengan cara mudah, asal dapat merebut kita menjadi pengikutnya. Di padang gurun Yesus memberi teladan bagaimana kita bisa menang bersama Yesus, bila ada saat padang gurun itu hadir dalam hidup kita.

Masalah yang pertama adalah soal perut, pangan atau juga sandang. Berapa sering manusia kehilangan atau goyah imannya ketika diperhadapkan pada kekurangan ini. Banyak kali tawaran yang datang seakan-akan sebagai berkat dari Tuhan, padahal tak jarang malah menyeret kita menjauhi Tuhan atau memporakporandakan persekutuan kita dengan Bapa. Pengenalan serta iman akan firman Tuhan, janji-janji Tuhanlah akan menjadi santapan kita, bukan hanya damai tapi sekaligus sejahtera kita.

Masalah kedua adalah kekhawatiran atau ketakutan akan keamanan, keselamatan atau kesehatan. Tuhan Yesus mengajar kita untuk percaya pada pemeliharaan dan perlindungan Tuhan yang sempurna namun di sisi lain hendaknya kita pun bekerja sama melakukan bagian kita untuk menjaga dan memelihara segala anugerah Tuhan ini.

Selanjutnya harta kekayaan, kekuasaan, pangkat, kedudukan, kemahsyuran seringkali dicari-cari oleh manusia dengan usaha yang keras bahkan tak jarang dengan menghalalkan segala cara. Semua itu berangkat dari ambisi dan nafsu yang berlebihan, rasa tak pernah puas serta kurang bersyukur. Godaan dunia acapkali menyeret manusia untuk mengejarnya, seakan-akan itulah yang mendatangkan kebahagiaan. Datang pada Tuhan dengan syukur dan membaktikan hidup kita sepenuhnya dalam pimpinan kuasa Tuhan, di situlah kebahagiaan itu akan melimpahi hidup kita.

Selamat menjalani masa Retret Agung. Berkat dan kasih Tuhan melimpah bagi kita semua. (JTI)