Menjadi Pelayan

Renungan Rabu 11 Maret 2020

Bacaan: Yer. 18:18-20Mzm. 31:5-6,14,15-16Mat. 20:17-28

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. (Matius 20:26) 

Dunia mengajarkan bahwa kebahagiaan harus diraih dengan cara menjadi orang sukses, dikenal, dihormati dan memiliki kekayaan. Tidak terkecuali murid-murid Yesus pun berada dalam pemikiran semacam itu. Yesus mengoreksi sikap para murid itu dengan menunjukkan suatu  jalan hidup yang  berbeda sama sekali. “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

Yesus membandingkan dua pola kepemimpinan, kerajaan dunia dan kerajaan Allah. Yesus mengungkapkan pola yang harus diikuti, yakni pelayanan. Yaitu rela memberikan diri kepada orang lain, tanpa mengharapkan suatu imbalan. Akan tetapi seorang murid Yesus yang baik hendaknya menghayati  pelayanan dan pengabdian kepada orang lain secara cuma-cuma tanpa menuntut suatu imbalan.

“Melayani“ berarti siap untuk berkorban dan tidak mengharapkan imbalan apa pun seperti seorang hamba mengabdi kepada tuannya. Pelayan mengabdi kepada tuannya dengan tulus ikhlas, tanpa pernah berpikir tentang kedudukan atau jabatan. Yesus menunjukkan bahwa kata “pelayanan“ selalu berujung  pada konsekuensi yang pahit, tidak enak, kesepian dan bahkan dijauhi orang.

Pengalaman pahit dan dijauhi orang juga dialami Nabi Yeremia dalam bacaan pertama pada hari ini. Namun Nabi Yeremia justru mendoakan mereka yang bersekongkol membunuhnya. Yesus sendiri menuntut dari kita dan mengajarkan bahwa kebesaran yang benar diperoleh dengan jalan melayani kebutuhan orang lain tanpa mengharap imbalan. Balasan adalah bagian Tuhan, tugas kita adalah melayani sesama kita.

Doa: Tuhan Yesus sungguh aku malu, karena aku tegar tengkuk dan keras hati. Dalam tugas pelayananku aku tidak bersikap seperti teladan-Mu. Mampukanlah diriku untuk menjadi pelayan-Mu dan sesama kami. Amin. (MLEN)