Tanda

Renungan Senin 17 Februari 2020

Bacaan: Yak. 1:1-11; Mzm. 119:67,68,71,72,75,76; Mrk. 8:11-13

Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. (Markus 8:11)

Mengapa orang-orang Farisi meminta tanda dari sorga? Semata-mata adalah karena mereka tidak percaya, apakah ketika tanda itu diberikan mereka juga akan percaya? Tentu saja tidak karena niat dari mereka adalah mencobai Yesus. Dan jawaban Yesus sangat tepat, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.

Tanda adalah yang menyatakan sesuatu, seperti ketika kita minta bukti. Jadi ingat ketika saya pacaran, seringkali bertanya mana tanda kalau kamu cinta aku. Maka kekasih saya akan membawa bunga mawar kesukaan saya dengan tulisan, I love you! Wow, senangnya membuat tidak bisa tidur. Apakah setelah itu cukup? Ternyata tidak, bukti lain menjadi bagian selanjutnya, seolah saya tidak cukup percaya bahwa tanpa tanda dan bukti yang saya minta kekasih saya tetaplah mencintai sepenuh hati.

Merenungkan ayat di atas saya menerima tamparan keras atas apa yang telah saya lakukan walau sudah sangat lampau, ketika itu. Yesus memberikan teladan untuk tidak mencobai-Nya, karena sekalipun mereka bertelinga tidak mendengar, bermata tidak melihat bahkan mereka yang hidup bersama Yesus dan mukjizat telah dinyatakan masih minta tanda, bukankah itu sebuah keniscayaan atas ketidakpercayaan kaum Farisi?

Maka marilah kita bersama menyadari apakah kita seperti kaum Farisi yang selalu minta tanda? Atau kehadiran-Nya yang nyata telah cukup bagi kita semua untuk bersyukur dan senantiasa memuji dan menyembah-Nya? Bukankah kita dan kehidupan kita masing-masing telah menyatakan kebesaran dan kedahsyatan cinta Yesus kepada kita. Bila sampai saat ini kita masih bernafas, bukankah ini pun tanda cinta kasih Yesus untuk kita? Lalu tanda apa lagi yang kita perlukan bilamana Yesus adalah bukti dari tanda itu sendiri?

Yesus yang baik, terima kasih telah menjadi tanda kehidupan yang nyata bagi kami dengan kehadiran dan keselamatan yang kami terima. Mohon ampunilah kelemahan kami bila masih juga kami seperti kaum Farisi yang minta tanda. Rahmat Ilahi-Mu memampukan kami menyadari bahwa tidak ada tanda yang lebih daripada kasih-Mu yang nyata di kayu salib untuk kami. Dengan segala kerendahan hati, kami mohon rahmat agar dimampukan untuk meneladani kasih-Mu bagi sesama kami sehingga kami pun boleh menjadi tanda kebaikan bagi sesama kami. Demi Kristus yang bertahta dalam Kerajaan Sorga, yang telah menyelamatkan hidup kami sekarang sampai selama-lamanya. Amin. (VDL)