Menjamah-Nya dan Sembuh

Renungan Senin 10 Februari 2020

Bacaan: 1Raj. 8:1-7,9-13Mzm. 132:6-7,8-10Mrk. 6:53-56

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Markus 6:56)

Bacaan hari ini menceritakan bahwa melalui hanya jumbai jubah Yesus semua orang yang sakit menjadi sembuh. Dalam bacaan pertama hari ini juga kita melihat tentang Tabut Perjanjian yang pada Perjanjian Lama selalu dibawa ke mana-mana oleh umat Israel untuk membantu mereka dalam memenangkan peperangan. Di Kisah Rasul 19:11-12  “Oleh Paulus, Allah mengadakan mukjizat yang luar biasa bahkan orang membawa sapu tangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat”.

Saat ini pun masih sering terjadi mukjizat dengan menyentuh atau berdoa memohon rahmat Allah di depan relikui. Relikui adalah peninggalan barang-barang atau jasad dari orang-orang yang sudah dinyatakan kudus oleh Magisterium Gereja. Seperti di kapel Santo Yohanes Paulus II di Pakuwon Mall Surabaya juga terdapat darah Santo Yohanes Paulus II. Penghormatan Gereja kepada relikui tercermin pada peraturan gereja, ”Hendaknya tradisi kuno untuk meletakkan relikui-relikui para martir atau orang-orang kudus lain di bawah altar tetap dipertahankan menurut norma-norma yang diberikan dalam buku-buku liturgi.” (KHK Kan 1237#20).

Namun kita sebagai umat Katolik tidak memperlakukan relikui ini seperti jimat, oleh karena itu para Bapa Gereja selalu mengingatkan bahwa penghormatan yang diberikan kepada relikui itu relatif, terkait dengan karya agung Allah dalam hidup orang kudus. Sumber rahmat dan sasaran penyembahan tetap hanya Allah sendiri yang berkarya dalam dan melalui orang kudus itu. Yang terpenting adalah Iman kepada Allah dan karya-Nya melalui Yesus Kristus tetap menjadi yang pokok. Relikui hanya sebagai penyalur rahmat Allah untuk membebaskan dari kuasa kegelapan atau untuk menyembuhkan.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas pencerahan-Mu kepada kami hari ini. Kami tahu di kala kami sedang dalam kesulitan, sedang dalam kesesakan, sedang dalam kesakitan, kadangkala kami mencari jalan untuk memperoleh kelegaan, kesembuhan, atau kebahagiaan dengan cara yang tidak Kau perkenankan atau semata-mata mengharap pada benda-benda yang kami percaya dapat membawa kesembuhan. Ampunilah kesalahan kami, ya Bapa. Mulai saat ini kami akan bersandar dengan penuh iman hanya pada kebesaran-Mu, satu-satunya kuasa yang mampu menarik kami keluar dari segala masalah yang kami hadapi. Doa ini kami panjatkan pada-Mu dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. (LSL)