Menjadi Nabi

Renungan Rabu 5 Februari 2020, Peringatan Wajib St. Agata

Bacaan: 2Sam. 24:2,9-17; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 6:1-6

Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Markus 6:4)

Injil hari ini menceritakan ketika Yesus pergi ke tempat asalnya di Nasaret. Pada awalnya orang-orang takjub ketika mendengarkan Ia mengajar di rumah ibadat dan mengagumi kuasa yang Ia miliki (Mrk. 6:2). Namun ketika mereka akhirnya mengenali identitas Yesus dan keluarga-Nya, maka mereka merasa kecewa dan menolak Dia (Mrk. 6:3).

Mungkin kita pernah mengalami hal seperti yang dialami Yesus, tidak mendapat tanggapan yang baik dari orang-orang di sekitar ketika kita berbuat kebaikan atau ketika mewartakan firman Allah. Di sekitar kita memang masih ada orang-orang yang terbiasa menilai seseorang dari labelnya (seperti menilai kualitas barang dari mereknya) karena mereka merasa tahu dan mengenal siapa kita. Namun kita bisa belajar dari sikap Yesus ketika menghadapi situasi seperti itu. Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana, tetapi Ia tetap menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka (Mrk. 6:5). Walaupun Yesus heran atas ketidakpercayaan mereka, Ia tidak marah kepada orang-orang di Nasaret. Yesus tetap menunjukkan kasih dan kemurahan hati-Nya.

Ketika kita mengalami penolakan dari orang-orang dekat atau kurang mendapatkan tanggapan yang baik dari lingkungan sekitar, tetaplah ingat bahwa yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk diri sendiri. Kita harus tetap melakukan tugas sebagai nabi melalui karya sebagai pengajar atau pewarta, maupun melalui tindakan dan kata-kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Doa: Tuhan, selalu ingatkan kami akan tugas untuk mewartakan Kerajaan-Mu. Mohon Engkau selalu membimbing, menyertai, dan memperlengkapi kami agar mampu melaksanakan tugas sebagai nabi dengan baik di mana pun. Mohon penuhi hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu agar semua pikiran, perkataan, dan perbuatan kami selalu sesuai dengan kehendak-Mu dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (ARK)