Iman dan Kerendahan Hati

Renungan Kamis 13 Februari 2020

Bacaan: 1Raj. 11:4-13Mzm. 106:3-4,35-36,37,40Mrk. 7:24-30

Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” (Markus 7:28)

Seorang ibu Yunani berkebangsaan Siro Fenisia yang anak perempuannya kerasukan roh jahat datang dan mohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Yesus tidak segera mengabulkan permohonannya dan menyatakan bahwa kedatangan-Nya pertama-tama adalah untuk orang Yahudi, tetapi akhirnya hati Yesus tergerak untuk mengabulkan permintaan perempuan itu karena kerendahan hati dan imannya.

Jawaban awal Yesus atas permohonan wanita tersebut sepertinya sejalan dengan sikap kaum Yahudi yang pada umumnya menolak kaum kafir. Yesus menggunakan istilah anjing seperti kebiasaan orang Yahudi yang menyebut kaum kafir sebagai anjing-anjing liar. Ketika Yesus mengatakan bahwa tidak patut mengambil roti yang disediakan anak-anak dan melemparkannya kepada anjing, ibu itu menjawab dengan kerendahan hati dan iman akan kebaikan Yesus: ”Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus mengatakan, “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Keselamatan dan belas kasih Yesus ditawarkan tanpa batas, melampaui segala perbedaan kesukuan. Kerahiman-Nya melampaui dosa dan ketidaklayakan kita. Bersyukurlah bahwa kita telah dipilih untuk menjadi anak-anak Allah melalui pembaptisan, tetapi sabda hari ini mengingatkan kita bahwa iman dan kerendahan hatilah yang diperlukan untuk menerima keselamatan yang Yesus karuniakan.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih bahwa Engkau telah memilih kami untuk menjadi anak-anak-Mu. Ajari kami untuk selalu rendah hati dan memiliki pengharapan yang teguh atas kebaikan dan kasih-Mu sehingga kami selalu tinggal dalam kerajaan-Mu. Kami juga mau bersikap terbuka kepada semua golongan tanpa membedakan dalam mewartakan Injil. Amin. (RMWT)