Harta Tak Ternilai

Renungan Sabtu 8 Februari 2020

Bacaan: 1Raj. 3:4-13Mzm. 119:9,10,11,12,13,14Mrk. 6:30-34

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.” (1 Raja 3:9a)

Dalam bacaan pertama, diceritakan raja Salomo pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban, lalu Allah menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi, Tuhan menanyainya apa yang diminta. Maka raja Salomo dengan bijak meminta hikmat dan pengertian sehingga dia dapat memutuskan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dalam bacaan injil, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya untuk pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat, tetapi banyak orang dari semua kota berjalan mengikuti Yesus, bahkan mereka mendahului-Nya melalui jalan darat agar mereka bisa segera berjumpa dan mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus.

Dari kedua bacaan tersebut, kita belajar betapa kecintaan akan segala ketetapan-ketetapan dan ajaran-ajaran Tuhan yang diperoleh melalui keheningan, sungguh lebih berharga dari pada kekuasaan, kekayaan atau apapun di dunia ini. 

Mengapa?

Karena dengan mengutamakan firman dan relasi dengan Tuhan (baik Salomo maupun Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya perlu menyendiri untuk berelasi dengan Allah), maka kita akan semakin peka terhadap rencana dan kehendak-Nya. 

Kalau kita mengerti kehendak-Nya maka tindakan kita pun penuh hikmat dan akhirnya menghasilkan keputusan-keputusan yang bijak dalam hidup.

Marilah kita berdoa.

Ya Tuhan Yesus, Engkau adalah hikmat itu sendiri. Berilah kami karunia hikmat kebijaksanaan-Mu agar kami dalam hidup ini lebih mengutamakan pengumpulan harta surgawi daripada harta di dunia ini. Juga berilah kami karunia pengertian akan rahasia kerajaan Allah sehingga kami boleh semakin memuji dan memuliakan Dikau. Amin. (IMH)