Telinga Yang Mendengar

Renungan Rabu 15 Januari 2020

Bacaan: 1Sam. 3:1-10,19-20Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10Mrk. 1:29-39

Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. (1 Samuel 3:9)

Allah memanggil Samuel, pelayan Elia untuk suatu perkara besar. Sebenarnya Allah juga berkali-kali memanggil nama kita. Namun apakah kita bisa mendengar dan menanggapi panggilan Allah ini seperti Samuel. 

Ternyata ada banyak hal yang menghalangi kita untuk mendengar panggilan Allah. Kesibukan kita, fokus pada diri sendiri, kedagingan, hawa nafsu, dosa dan pesona dunia ini telah menutup telinga rohani kita. Sehingga kita lebih suka mendengarkan apa yang ingin kita dengar. Akibatnya kita lebih suka mengerjakan kehendak sendiri daripada melakukan perkara besar yang Tuhan minta.

Allah terus menerus memanggil kita kepada suatu identitas baru yaitu menjadi anak Allah. Ingatlah bahwa kita bukan lagi milik kita sendiri. Tetapi kita adalah milik Allah dan kita telah disucikan oleh Darah Kristus, kita telah dijadikan murni dan kudus. Kita dipanggil untuk menjadi agen pembawa terang, keadilan dan damai di dunia ini. Kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama. Menjadi gembala bagi yang lain, menjadi penjaga bagi yang lain, agar tidak ada satu orang pun terhilang dan tersesat namun kembali mengarahkan hati jiwa raga kepada Tuhan.

Jangan malu, jangan diam saja, jangan ragu-ragu ketika kita mendengar suara-Nya memanggil nama kita. Seperti Samuel, mari segera tanggapi panggilan-Nya, “Berbicaralah Tuhan, hamba-Mu ini mendengarkan.”

Refleksi:

Apakah saya lebih suka menghindari “orang yang tidak menyenangkan” dan mencari zona nyaman sendiri?

Apakah saya pilih-pilih dalam pelayanan yang kusukai daripada mengerjakan apa yang Tuhan mau?

Apakah saya masih suka mencari hormat pujian dan pengakuan orang lain dalam pelayanan?

Tuhan memberkati

ppt