Sampaikan Kabar Baik

Renungan Kamis 9 Januari 2020

Bacaan: 1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19)

Dalam ayat hari ini Yesus menyatakan misi perutusan-Nya dari Bapa, sebagai Pembawa Kabar Baik bagi orang miskin, pembebasan bagi tawanan, penglihatan bagi orang buta, pembebasan bagi orang tertindas. Demikian juga yang Yesus perintahkan kepada para murid-Nya, juga harus mempunyai/menentukan visi misi masing-masing di dalam menjalankan tugas pelayanannya.

Orang miskin bukan hanya soal harta, mereka yang belum mengenal kebenaran sejati yakni Yesus, miskin akan pengenalan tentang siapa Yesus, apa yang ia peroleh jika mengenal Yesus. Apa konsekuensi sebagai pengikut Yesus dan apa jaminannya bila ia mengikuti Yesus?

Seorang tawanan sudah jelas tidak memiliki kebebasan. Ia terkungkung atau terikat. Mereka yang berada di balik jeruji, secara fisik tidak memiliki kebebasan. Seorang tawanan bukan hanya secara fisik dia tertawan, bisa juga secara kejiwaan atau pun secara rohani. Mungkin karena masalah hidupnya, keberdosaannya, keterikatannya dengan hal-hal yang jahat (minuman, mistik, perempuan, judi, dsb.) seseorang menjadi tawanan atas apa yang dihidupinya. Orang tersebut membutuhkan pertolongan untuk dapat bangkit dari ketertawanannya.

Kebutaan mata hanya membuat seseorang tidak dapat melihat objek. Tetapi kebutaan hati membuat seseorang menjadi tidak peduli terhadap banyak hal. Dia hanya hidup dengan dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain, mungkin juga tidak peduli dengan kualitas kehidupannya. Apakah dia hidup dalam kebenaran atau sebaliknya. Dia buta akan nilai-nilai kebenaran dalan hidup.

Penindasan sangatlah menyakitkan. Seseorang yang tertindas tidak memiliki kepribadian sendiri. Ia dikendalikan oleh kuasa lain. Hidupnya sangat bergantung kepada sesuatu yang menindasnya. Masa depan hidupnya menjadi tidak jelas arah dan tujuannya. Sesuatu itu bisa jadi dosa, harta, hal-hal mistik, yang sangat kuat pengaruhnya sehingga seseorang tidak dapat melepaskan diri dari sesuatu yang menindasnya.

Kepada mereka semua yang berada di dalam penderitaan itulah Yesus mau menyatakan diri-Nya, memberikan rahmat-Nya. Yesus yang menyatakan diri-Nya adalah “Jalan Kebenaran dan Hidup” (Yoh. 14:6), mau mengangkat mereka yang menderita untuk bangkit dari penderitaannya dan mengikut Yesus, supaya mereka semua disembuhkan.

Kita para murid Yesus tentu memiliki tugas yang sama. Menolong dan menyelamatkan mereka yang menderita dari deritanya, dengan cara menyampaikan Kabar Baik kepada mereka bahwa Allah sangat mengasihi mereka dan mampu menyembuhkan mereka melalui Yesus. Seorang murid Yesus juga harus bersikap baik dan rendah hati kepada setiap orang, tidak semena-mena, tinggi hati, merasa superior atau egois yang dapat membuat orang lain menjadi miskin, buta, tertindas, tertawan oleh karena sikap, tutur kata dan perilaku kita terhadap sesama. Apakah kita sudah hidup bersahabat dengan siapa pun.

Mari bekerja sama dengan Yesus menyelamatkan mereka yang miskin, tertawan, buta, dan tertindas melalui firman Tuhan dan sikap hidup kita sehari-hari. Menyampaikan Kabar baik kepada mereka bahwa Allah mengasihi mereka dan mau meolong mereka, hidup berbahagia dalam kelimpahan. Tuhan Yesus memberkati. (ANS)