Pengenalan Akan Dia

Renungan Minggu 5 Januari 2020, Hari Raya Penampakan Tuhan, Hari Anak Misioner Sedunia

Bacaan: Yes. 60:1-6Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13Ef. 3:2-3a,5-6Mat. 2:1-12.

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2:9-11)

Ketika saya membaca ayat ini, saya teringat betapa Tuhan selalu memperlihatkan kasih-Nya dalam hidup saya. Mulai dari tanpa pengenalan yang benar sampai kepada pengenalan yang benar akan Dia.

Saya teringat ketika saya dulu selalu mengalami kasih Tuhan, cahaya-Nya seperti bintang timur yang menuntun para Majus bertemu dengan kanak-kanak Yesus di mana kasih Tuhan yang saya alami itulah cahaya-Nya yang membawa atau menuntun saya kepada-Nya sampai pada saat ini. Di mana dulu saya menganggap kasih-Nya hanya sebuah kebetulan, sebuah keberuntungan belaka yang terjadi dalam hidup saya dan segala permasalahan yang saya hadapi dalam hidup dulu saya anggap hanya ketidakberuntungan saya semata yang membawa kesedihan, sakit dan penderitaan. Di mana sekarang bahwa pertemuan dengan-Nya membuat saya bersikacita yang mana dulu tidak saya rasakan seperti sekarang ini dalam apa pun yang terjadi dalam hidup saya.

Berkat kasih dan penyertaan-Nya akhirnya saya sampai pada saat sekarang ini di mana saya dibawa pada pengenalan yang benar akan Dia secara terus menerus. Bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup saya ini. Semua terjadi seizin dan sepengetahuan Tuhan termasuk penderitaan dan tantangan dalam hidup yang saya hadapi selama hidup saya adalah agar saya dibentuk bukan untuk menjadi anak-anak gampang tetapi dibentuk untuk menjadi anak-anak yang semakin dewasa dalam iman secara terus menerus. Semakin hari semakin dewasa dalam pengenalan yang benar akan Allah, akan karya Allah dalam hidup saya dan agar saya menjalankan tugas perutusan yang Tuhan berikan kepada saya sampai saya dapat mengakhiri pertandingan ini dengan baik dan benar seperti yang dikatakan oleh Santo Paulus. Sampai saya bersatu dengan Allah Tritunggal Maha Kudus di surga.

Saya berharap di tahun baru ini dan di hari raya penampakan Tuhan ini, Tuhan terus semakin memekakan saya akan kasih-Nya, akan pengenalan yang benar akan karya-karya-Nya bagi hidup saya dan bagi tugas perutusan saya. Saya mohon ya Tuhan, kabulkan doa saya ya Tuhan.

Doa: Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, saya mohon pimpinlah hidup saya agar saya berhasil mencapai garis akhir. Mengakhiri pertandingan dengan baik dan bersatu dengan Engkau di dalam kerajaan-Mu yang kudus di surga. Jangan biarkan hambamu ini gagal. Hambamu mohon teruslah bekerja dalam hidup hambamu ini sebab Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin. (VSH)