Mukjizat Dalam Kerja Sama

Renungan Jumat 17 Jjanuari 2020, Peringatan Wajib St. Antonius

Bacaan: 1Sam. 8:4-7,10-22a; Mzm. 89:16-17,18-19; Mrk. 2:1-12

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. (Markus 2:4)

Iman yang besar kepada Yesus memampukan mereka mengatasi segala hambatan. Ketika si lumpuh diturunkan, Yesus melihat iman mereka yang mau berusaha itu dan memberi kesembuhan. Iman itu menjadi kenyataan karena anugerah Allah di dalam Kristus, bukan karena kemampuan mereka sendiri.

Tidak jarang ada pelayanan yang hancur berantakan bukan karena pelayanannya tidak baik. Ini dapat terjadi karena ketidakpedulian di antara orang percaya, keegoisan dan mudah menyerah pada tantangan.

Pada bacaan hari ini, dikisahkan mengenai empat orang yang menggotong teman mereka yang lumpuh ke hadapan Tuhan. Melalui keteladanan mereka, kita belajar tentang pelayan yang memuliakan Tuhan.

Pertama, mereka peduli untuk berbuat sesuatu bagi orang lain. Ketika tersiar kabar bahwa Yesus datang kembali ke Kapernaum, mereka segera membawa temannya yang lumpuh itu agar Yesus menyembuhkannya. Hal ini memperlihatkan adanya kasih dalam diri mereka untuk melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain.

Kedua, mereka bekerja bersama. Tidak sulit bagi keempat orang itu untuk menggotong seorang lumpuh, namun dibutuhkan kerja sama yang baik untuk menurunkan si lumpuh itu dari atap ke ruangan di mana Yesus berada.

Ketiga, mereka tidak mempersoalkan siapa yang akan mendapat penghargaan. Perhatikan bagaimana di sepanjang kisah ini, tidak sekalipun disebutkan nama mereka.

Keempat, mereka tidak mudah menyerah. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka berusaha membuka atap ketika tahu bahwa mereka tidak dapat membawanya lewat pintu. Hasilnya, Tuhan melihat iman mereka dan teman mereka disembuhkan secara rohani dan jasmani.

Peristiwa ini membuat semua orang takjub dan memuliakan Allah. Dalam peristiwa ini ada tantangan dari ahli Taurat yang meragukan otoritas Yesus dalam mengampuni dosa. Tetapi Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengungkapkan isi hati mereka dan meneruskan proses penyembuhan orang lumpuh itu.

Apabila kita sedang menghadapi sebuah tugas atau tantangan hidup yang butuh iman dan perjuangan keras, teguhkan iman dengan memandang kebesaran Allah yang sanggup menolong sehingga menguatkan kita untuk berjuang pantang menyerah. Serahkan ketidakberdayaan kita ke alamat yang tepat, yakni Yesus yang mampu membuat iman kita menjadi kenyataan.

Seberat apa pun tantangan dalam pelayanan yang kita lakukan, jangan mundur. Perhatikan sesama, bekerja sama, jangan cari nama, dan jangan mudah menyerah. Tuhan sendiri yang bekerja dengan kuasa-Nya dan memberikan yang lebih baik dari permohonan kita.

Di dalam pelayanan yang perlu kita perhatikan :
1. Kerja sama tim.
2. Koordinasi.
3. Komunikasi.
4. Bersyukur.

Doa: Tuhan Yesus, tambahkanlah iman dan percayaku, jauhkanlah hati yang egois, sebab dalam kesatuan ada kebersamaan dan mukjizat boleh terjadi. Seperti yang Engkau firmankan, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:20). Terpujilah Yesus untuk selama-lamanya. Amin. (SWK)