Harapan Baru

Renungan Rabu 1 Januari 2020, Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia

Bacaan: Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Selamat Tahun Baru 2020, Selamat membuka lembaran baru.

Puji Tuhan, bersama-sama kita telah melalui tahun 2019 yang penuh kenangan, penuh warna, dan tentunya penuh kasih Bapa. Segala yang terbaik sudah kita alami. Ayo ingat-ingat yang positif saja, terus bersyukur, semangat terus.

Saudara-saudari terkasih, tahun baru selalu identik dengan harapan, baik harapan yang baru maupun harapan mewujudkan sesuatu yang belum terealisasi di tahun sebelumnya. Apakah harapan Anda di tahun 2020 ini? Siapkah Anda memulai mewujudkan harapan tersebut? Saat kita terbangun di pagi yang baru di tahun 2020 ini, apakah kita juga sudah tersadar, bahwa garis “start” itu bukan di depan, tapi sudah kita tinggalkan? Pertanyaan besarnya adalah: apakah harapan tersebut terwujud atau tidak di tahun 2020 ini? Masih banyak pertanyaan lagi yang muncul dalam benak kita.

Ayo kita masuki tahun 2020 ini dengan penuh optimisme, tinggalkan pikiran negatif dan bayang-bayang kegagalan tahun lalu. Selalu ada jalan dan kesempatan untuk meraih harapan kita masing-masing. Percayakan harapan-harapan Anda pada Bapa yang memiliki hidup kita. Bapa selalu siap mencurahkan berkat-Nya untuk kita semua, “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” (Bil. 6:24-26). Jadi jelas, bahwa kasih Bapalah yang akan memelihara hidup kita. Betapa indahnya saat Bapa menyinari kita dengan wajah-Nya. Bahkan Bapa tidak pernah memalingkan wajah-Nya dari kita.

Di tahun yang baru ini, Bapa juga memiliki harapan atas hidup kita, Dia mengharapkan kita tampil sederhana, seperti para gembala yang menerima pemberitaan tentang kehadiran Sang Penebus (Luk. 2:8-14). Kabar gembira tidak disampaikan pertama-tama kepada raja dan bangsawan, tetapi kepada para gembala yang sederhana, karena hanya dengan kesederhanaan kita akan melihat kemuliaan Allah.

Seperti halnya para gembala, setelah menerima kabar sukacita, mereka tidak diam saja, tetapi menyampaikannya kepada orang lain (Luk. 2:17), maka marilah kitapun mau menyampaikan kabar sukacita yang sama kepada semua orang: “telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan,…”

Doa: Allah Bapa yang penuh kasih, izinkanlah kami membangun harapan kami di tahun 2020 ini seiring dengan kehendak-Mu atas hidup kami. Sebab Engkaulah Allah sumber pengharapan dan hidup kami. Amin.

Selamat Tahun Baru, selamat menikmati berkat yang baru, selamat berevangelisasi, Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)