Benih Ilahi Orang Percaya

Renungan Sabtu 4 Januari 2020

Bacaan: 1Yoh. 3:7-10Mzm. 98:1,7-8,9Yoh. 1:35-42.

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yoh. 3:9)

Siapa di antara kita yang merasa tidak berdosa? Sesungguhnya setiap manusia di belahan bumi mana pun membutuhkan Yesus dalam hidupnya. Karena keselamatan tidak dapat diraih melalui perbuatan baik yang kita lakukan, melainkan semata-mata oleh karena anugerah penyelamatan yang dikerjakan oleh Yesus. (Mzm. 98:1)

Sahabat, sebagai orang percaya di dalam diri kita ada benih Ilahi, maka seharusnya kita tidak mudah untuk disesatkan dan diombang-ambingkan oleh kesesatan dari semua perkara yang ada di dunia ini. Mengapa?  Sebab orang yang lahir dari Tuhan atau memiliki benih Ilahi hatinya senantiasa melekat kepada Kristus dan berakar kuat di dalam firman; harus makin bertumbuh di dalam-Nya (1 Yoh. 3:9). Kita harus berupaya untuk mengenal Dia lebih dalam lagi (Yoh. 1:39).

Sudahkah kita memiliki benih Ilahi itu? Patut dipertanyakan jika ada orang Kristen yang masih terus hidup dalam dosa, hidup tak beda jauh dengan orang-orang di luar Tuhan, sebab jelas dikatakan barangsiapa berbuat dosa berasal dari Iblis (1 Yoh. 3:8). Bahkan hidup Kristiani yang sejati itu bukan sekedar tidak lagi berbuat dosa, tapi harus benci dosa.

Orang Kristen yang menyadari bahwa di dalam dirinya ada benih Ilahi akan senantiasa hidup dalam kasih karena Allah adalah kasih. Kemudian ia akan menjadikan kasih sebagai gaya hidup sehari-hari, kasih yang bukan sekedar kata-kata, melainkan dimulai dari hati yang menyadari bahwa kita mengasihi karena Bapa lebih dahulu mengasihi kita, lalu diteruskan dengan mengungkapkan kasih itu dalam tindakan nyata, sehingga keberadaannya menjadi berkat bagi dunia ini.

Sahabat, milikilah benih Ilahi itu, dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui sabda-Nya. Jika kita sampai pada pengenalan mendalam, Tuhan tentu menghargai dan memberkati kita seperti Yesus telah memberkati Petrus (Yoh. 1: 42).

Doa: Ya Bapa, aku mohon rahmat-Mu, agar aku tekun membaca Kitab Suci dan merenungkannya sampai aku mengenal-Mu semakin dalam. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin. (FHM)