Bagaimana Dengan Saya?

Renungan Senin 13 Januari 2020

Bacaan: 1Sam. 1:1-8Mzm. 116:12-13,14,17,18-19Mrk. 1:14-20

“Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”. (Markus 1:15)

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”. (Markus 1:17)

Bacaan Injil hari ini mengajak saya dan terus mengingatkan akan pentingnya arti pertobatan dan buah-buah pertobatan sebagai wujud nyata dari pertobatan itu sendiri. Buah dari pertobatan membawa kita untuk menjadi murid Yesus yang ‘berbobot’. Arti berbobot di sini bukan diartikan dalam suatu bentuk kuantitas, melainkan kualitas yang menjadi fokus utamanya. Arti kualitas lebih menekankan pada hasilnya.

Sebagai orang kristiani, mendengar kata pertobatan erat kaitannya dengan dosa. Haruskah orang berdosa binasa karena kesalahannya? Buah dosa adalah kebinasaan. Akan tetapi, keselamatan bisa diraih oleh orang berdosa jika mereka melakukan pertobatan.

Santo Agustinus mengatakan, “Tidak ada Santo dan Santa tanpa masa lalu dan tidak ada pendosa tanpa masa depan.”

Jika kita membaca Kitab Yunus, dikisahkan tentang bagaimana murka Allah dan rencana-Nya untuk menghukum orang-orang Niniwe karena dosa-dosanya. Atas perintah Allah, Yunus ke Niniwe dan menyerukan pertobatan. Karena pertobatan inilah, akhirnya Allah mengurungkan niat-Nya untuk menghukum Niniwe. Mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan kekerasan.

Ketika Yesus datang ke Galilea, Yesus pun menyerukan pertobatan dan iman akan Injil. Alasan-Nya karena Kerajaan Surga sudah dekat. Yesus mengajak umat-Nya dan kita semua untuk memusatkan perhatian pada Allah, dan bukan semata-mata pada urusan duniawi.

Renungan undangan yang luar biasa dari Yesus untuk kita semua dalam bacaan Injil hari ini, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala Manusia” mengandung 2 momen, yaitu:

  1. Momen undangan: menanggapi undangan Yesus, kita dituntut iman percaya penuh akan panggilan tersebut.
  1. Momen pengambilan keputusan: setia mengikuti Yesus tanpa ragu-ragu.

Melalui Injil hari ini, Yesus mengajarkan pada saya suatu bentuk totalitas dalam mengikuti Yesus, seperti yang dialami oleh 4 orang dalam bacaan Injil, yaitu Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Mereka bergegas mengikuti Yesus dan tidak ada tawar-menawar.

Bentuk totalitas yang Yesus ajarkan pada saya dalam mengikuti-Nya adalah sebagai berikut :

  1. Menyadari Kerajaan Allah sudah dekat

Tanpa kita sadari, kita larut dalam kesibukan keseharian kita, dalam mengejar karir, harta dan hal-hal duniawi lainnya. Kerajaan Allah sudah dekat bukan hanya diartikan sebagai akhir zaman, tetapi penekanannya lebih pada momentum bagaimana kita menjadikan Allah sebagai Raja dalam hidup kita.

  1. Pertobatan yang sungguh-sungguh

Kesungguhan untuk bertobat membawa kita pada instropeksi diri yang benar. Pertobatan yang benar adalah penyerahan diri atas segala dosa dan pelanggaran kita pada Tuhan. Seperti pertobatan kota Niniwe yang mampu mengubah mengubah petaka menjadi berkat, derita menjadi sukacita.

  1. Tidak pernah ragu untuk mengikuti Yesus

Dengan segala keterbatasan, kita harus yakin dan percaya bahwa ketika kita mengikuti Tuhan, maka segalanya akan Tuhan cukupkan. Sepenuh hati percaya dan tanpa syarat bahwa Yesus adalah Tuhan.

Sekarang, bagaimana dengan kita dalam menanggapi seruan dan undangan Yesus?

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu pada kami hari ini. Engkau sangat menyayangi kami sehingga tak jemu-jemunya Engkau mengingatkan akan pertobatan kepada kami, agar kami semakin hari semakin dapat Kau bentuk menjadi bejana yang indah.

Roh Kudus, bimbinglah kami agar dalam tiap langkah hidup sehari-hari, kami selalu waspada dan terhindar dari dosa. Ajar kami Tuhan untuk selalu dapat menjadi saksi-Mu melalui tindakan kami sehari-hari. Dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. (VRE)