Waktu Tuhan

Renungan Kamis 19 Desember 2019

Bacaan: Hak. 13:2-7,24-25aMzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17Luk. 1:5-25

Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang. (Lukas 1:25)

Zakharia dan Elisabet tidak mempunyai anak dan usia mereka sudah lanjut. Pengharapan dan permohonan yang tak kunjung tiba, tidak mengubah hidup mereka. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat, tapi mengapa Tuhan tidak mengaruniakan keturunan bagi mereka?

Apa yang sering kita pikirkan dalam kehidupan kita sehari-hari, manakala kita sudah hidup baik dan benar tapi permasalahan datang silih berganti dan permohonan kita tak juga diwujudkan? Orang lain pasti berpikir ada yang salah atau aib yang kita lakukan sehingga Tuhan menghukum kita dan itu menjadi ujian baru buat kita. Mampukah kita tetap beriman pada Tuhan dan tidak menyerah seperti Zakharia dan Elisabet?

Waktu Tuhan mengabulkan permohonan Zakharia, mereka sudah lanjut usia karenanya ia bertanya kepada Malaikat Gabriel yang membawa kabar baik yang akhirnya menyebabkan ia bisu karena keraguannya. Bukankah kita pun seringkali mengalami seperti ini? Di saat Tuhan mengabulkan permohonan kita waktunya sudah tidak tepat menurut kita, sudah terlambat, sudah tidak kekinian, tak jarang dari kita ada yang malah bersungut-sungut dan kecewa kenapa sekarang dan bukan kemarin atau waktu di mana kita sangat membutuhkannya.

Kita lupa bahwa kita manusia yang terbatas dan Tuhan tidak terbatas. Kita sering merasa ke mana Tuhan di saat kita memohon. Lalu ketika permohonan kita dikabulkan kita malah bertanya kenapa baru sekarang? Padahal nantinya kita malah bersyukur dan menyatakan memang perbuatan Tuhan tidak pernah biasa-biasa saja, seperti pernyataan Zakharia bahwa apa yang Tuhan perbuat baginya menghapuskan aibnya di depan orang dengan kelahiran anaknya, Yohanes yang layak dinanti-nantikan sepanjang hidupnya karena dialah yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Luar biasa waktu Tuhan dan masihkah kita bertanya atau ragu akan penyertaan serta rencana indah-Nya buat kita semua? Maka mari kita semua mau belajar beriman seperti Zakharia dan Elisabet dalam menunggu waktu Tuhan yang pasti terbaik dan istimewa, jauh melebihi pikiran kita bahkan mungkin tidak pernah kita pikirkan seperti yang dinyatakan dalam 1 Kor. 2:9.

Terima kasih Yesus, Engkau Bapa yang baik dan hanya kepada-Mu kami berharap dan memohon untuk apapun yang terjadi dalam hidup kami. Ampunilah kami bila kerap kali tidak sabar, maunya sendiri dan bersungut-sungut menantikan terkabulnya keinginan kami. Ajari kami teguh dan setia serta hidup benar seperti kehendak-Mu sehingga bila waktu Tuhan tiba, kami boleh bersukacita dan bersyukur dan Engkau mendapati kami layak untuk menerima karunia-Mu, sebab Engkaulah Yesus Juru Selamat dan penebus kami yang hidup dan berkuasa sampai sepanjang segala abad. Amin. (VDL)