Tetap Setia Mengikuti Rencana-Mu

Renungan Minggu 22 Desember 2019, Hari Minggu Adven IV

Bacaan: Yes. 7:10-14Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6Rm. 1:1-7Mat. 1:18-24

Hari ini adalah Minggu Adven IV. Beberapa hari lagi kita dengan penuh sukacita menyambut kelahiran Juru Selama kita Tuhan Yesus Kristus. Sesudah mendalami bacaan-bacaan hari ini, saya merasakan firman Tuhan sangat menyentuh kehidupan saya pribadi. Sepertinya saya ini ibaratnya Yosef yang diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk menghantarkan rahmat keselamatan bagi umat manusia. Setiap diri kita umat Katolik bukankah kita diutus untuk mengembangkan Kerajaan Allah untuk memberitakan Injil Kabar Sukacita Keselamatan ke seluruh umat manusia?

Firman Tuhan memang menyentuh secara pribadi masing-masing bergantung kepekaan hati yang terbuka.
Sepanjang masa Adven ini, bukankah kita juga bisa merasakan, kita ini ibarat Yohanes Pembaptis, yang menjadi pembuka jalan bagi Tuhan?

Mungkin kita juga bisa seperti Zakaria dan Elisabeth di masa tuanya memperoleh mukjizat dari Tuhan. Atau juga kita bisa seperti Bunda Maria, kita dipakai Tuhan mulai dari mengandung Firman Tuhan, melahirkan, merawatnya, mengikuti jalan salib-Nya sampai mati dan dikuburkan?

Bukankah seperti sabda Tuhan sendiri mengatakan :
“Barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memanggul salibnya setiap hati, dan mengikuti Aku.”

Tokoh-tokoh di atas tadi, sama dengan kita semua evangelizer sudah selayaknya dan sepantasnya mengikuti jejak kehidupan Sang Juru Selamat Dunia dalam merayakan kelahiran-Nya di dunia ini. Hidup dengan rendah hati, setia melakukan tugas tanggung jawab sehari-hari, sabar, murah hati dan memiliki pengendalian diri. Dengan demikian urapan Roh Kudus melingkupi diri kita dan membuat kita menghasilkan buah Roh Kudus, sehingga kita boleh menjadi anak-anak Allah dalam keluarga besar Kerajaan Allah.

Doa: Ya Tuhan Yesus, di masa Adven ini, kami sungguh bertobat dan kami juga mau berekonsiliasi bersama seluruh umat gereja-Mu, supaya dunia ini menjadi tempat yang damai sejahtera seperti di surga. Demi Kristus Tuhan pengantara kami. Amin.

Salam,
Vincent A. Dipojugo