Tangan Tuhan Menyertai

Renungan Senin 23 Desember 2019

Bacaan: Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Luk. 1:57-66

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. (Lukas 1:66)

Sekarang kita tahu bahwa anak itu menjadi tokoh utama dalam masa Adven. Dia adalah utusan Allah yang ditentukan sebagai penyiap jalan bagi Sang Mesias (Mal. 3:1-4). Yesus sendiri memuji dan menghormatinya, bahkan menyebutnya sebagai Nabi Elia yang kedatangannya juga dinantikan oleh bangsa Israel.

Kisah kehidupan Yohanes Pembaptis sebagai Utusan Allah ini menyatakan Allah ikut campur, mengatur dan menata segala sesuatunya sejak dia dijadikan dalam kandungan Elisabet, ibunya – Tuhan memberikan nama yang tidak lazim bagi keluarganya yaitu Yohanes (Luk. 1:13).

Peran menyiapkan jalan bagi Tuhan tetap ada sampai masa ini. Kitalah yang diutus Tuhan untuk memperkenalkan siapakah Dia, Yesus, Tuhan – Sang Raja – yang kedatangan-Nya terus kita rindukan, dan Dia pasti datang untuk kedua kalinya, pada saat yang tak terduga.

Kitalah yang diutus Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan-Nya ini. Kitalah yang diutus Tuhan untuk mewartakan Kabar Baik ini.

Pada dua hari menjelang perayaan Natal, marilah kita merenungkan:
– Aapakah aku sedang melaksanakan misi ini?
– Apakah aku sedang mengalami hambatan untuk melaksanakan misi ini?
– Apakah Roh Kudus menunjukkan kepada siapa aku harus melaksanakan misi ini?
– Apakah aku tidak tahu bagaimana cara melaksanakan misi ini?

Apa pun yang timbul dari hasil refleksi itu, pada hari ini ada satu Kabar Baik yang sedang kita terima, yaitu Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam melaksanakan misi ini.

Sejak kita dijadikan dalam kandungan ibu, tangan Tuhan sudah menata dan menyelenggarakan hidup kita. Bukan semata bagi keuntungan diri sendiri, melainkan supaya seluruh umat manusia mengenal dan mengalami kehadiran Tuhan Yesus, Sang Raja Maha Kuasa.

Doa: Bapa, sejak ada dalam rahim ibuku, Dikau yang merancang dan menetapkan akan menjadi apakah aku nanti. Hari ini aku tahu bahwa Dikau menghendaki aku menolong setiap orang menyambut kehadiran Tuhan Yesus. Bebaskan aku dari segala hambatan agar dapat melaksanakan yang Kau kehendaki ini. Demi Yesus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. (-ips-)