Silsilah

Renungan Selasa 17 Desember  2019

Bacaan: Kej. 49:2,8-10Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17Mat. 1:1-17

Adanya data catatan silsilah yang akurat menjadikan kita bisa menelusuri dari mana asal-usul kita. Dari silsilah kita bisa mengetahui siapa nenek moyang kita dan dari catatan tersebut pula seseorang bisa mengetahui apakah ia berhak menjadi ahli waris atau orang yang berhak menjadi penerus dari suatu tahta keluarga. Bahkan catatan silsilah menjadi hal yang paling terutama dan terpenting saat sebuah kerajaan menentukan siapa yang berhak menjadi pewaris atau penerus tahta kerajaan yang akan datang.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Matius 1:17)

Dari catatan silsilah ini kita melihat Allah yang mau merendahkan diri-Nya dan rela menyamakan diri-Nya dengan manusia-manusia ciptaan-Nya yang berdosa. Melalui garis keturunan inilah Allah mengirim Juru Selamat datang ke dunia untuk menggenapi janji-Nya sejak manusia jatuh dalam dosa.

Saya terlahir dari keluarga non-Kristiani, mendiang ibu saya adalah penganut agama non-kristen dan ayah saya pun demikian, sehingga dalam keluarga kami, nama Yesus hanya sekedar pernah kami dengar tanpa mengenal-Nya, itu pun karena tempat tinggal kami berdekatan atau bisa dikatakan satu kompleks dengan Gereja Katolik yang saat itu dipimpin oleh seorang Pastor berkebangsaan Belanda, yaitu Pastur Borst.

Pada tahun 1981, kedua orang tua saya berpisah, praktis proses saya dalam mengenal Tuhan tidak saya dapatkan dalam keluarga. Di sekolah dasar kami juga tidak mendapat pelajaran agama Katolik karena saya bersekolah di SD Negeri. Ibu saya tidak pernah mengajarkan kepada saya secara khusus teladan hidup pengikut agamanya. Namun saya beruntung karena lewat sikap ibu dalam mengurus keluarga, saya bisa mengenal sifat yang serupa dengan karakter Kristus yaitu beliau selalu bijaksana, sabar dan penuh kasih.

Melalui perhatian seorang ibu (tetangga kami yang juga menjabat sebagai ketua lingkungan saat itu) akan iman anak-anak di seputar lingkungan kami, Tuhan memperkenankan saya untuk bisa mengenal karakter kasih-Nya dan sejak saat itu saya memperoleh anugerah untuk ambil bagian dalam keselamatan yang Ia sediakan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Lewat bimbingan beliau saya diperkenankan mengikuti les pelajaran agama Katolik yang mengharuskan saya ke gereja untuk mendapatkan tanda tangan dari pastur paroki sebagai salah satu syarat pembaptisan dan akhirnya bisa dibaptis menjadi umat Katolik. Saat itu usia saya 11 tahun dan masih teringat jelas di dalam pikiran saya betapa sukacitanya saya saat itu, terutama saat ibu saya mendukung penuh keinginan saya untuk dibaptis secara Katolik. Kegembiraan bertambah karena secara khusus ibu saya membuatkan baju berwarna putih tulang untuk upacara pembaptisan saya, bahkan ibu saya turut hadir di gereja menyaksikan salah satu momen terbesar dalam kehidupan saya.

Tuhan Yesus Kristus selalu punya berbagai cara untuk menyelamatkan kita. Rencana-Nya dari dulu, sekarang dan selama-lamanya adalah rencana keselamatan, tidak peduli dari mana silsilah nenek moyang kita berasal, bagi-Nya kita semua adalah makhluk ciptaan yang begitu dikasihi-Nya dan Ia mau kita ambil bagian dalam karya keselamatan yang sudah Ia sediakan dalam keluarga besar kerajaan Allah untuk bisa menerima anugerah kehidupan kekal.

Karena itu, bagaimanakah kita hari ini dapat “melanjutkan” silsilah keluarga umat Allah yang telah tercatat dalam buku kehidupan menjadi hal yang sangat penting, agar kita tidak lagi terbelenggu pada kelahiran jasmani untuk menyadari sepenuhnya bahwa kita telah lahir baru dalam iman kepada Yesus Kristus oleh kuasa Roh Kudus, dan sebagai anggota keluarga Allah kita diberi kuasa (Matius 28:18-20) untuk mewartakan kabar sukacita-Nya agar semua orang dapat menikmati warisan kehidupan kekal yang Ia janjikan.

Doa: Allah Bapa yang Maha Rahim, kami sungguh bersyukur oleh karena kasih-Mu. Kami bisa menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Allah. Lewat kuasa Roh Kudus-Mu, Engkau memperlengkapi kami untuk bisa menjadi penerus generasi keluarga umat Allah dengan mewartakan kabar sukacita-Mu melalui kesaksian hidup kami sehari-hari, baik lewat perkataan maupun perbuatan yang senantiasa memuliakan nama-Mu. Amin. (VYS)