Mori Kraeng Has Come

Renungan Sabtu 28 Desember 2019, Pesta Kanak-Kanak Suci, Hari Keempat dalam Oktaf Natal

Bacaan: 1Yoh. 1:5-2:2Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8Mat. 2:13-18

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. (Matius 2:16)

Seorang raja, pemimpin adalah wakil Tuhan di dunia, sehingga ia harus mengikuti dan meneladan dari yang diwakili. Tidak demikian dengan Raja Herodes, dia lebih mengedepankan dirinya, dengan kekuasaan, arogansi, egois dan merasa superior.

Ketika Raja Herodes mendengar bahwa Mesias Sang Raja Damai akan lahir, ia begitu ketakutan, takut kekuasaan, hartanya dan segala kenikmatan dan kenyamanan hidupnya akan hilang. Terlebih ketika ia merasa diperdaya oleh para Orang Majus, ia segera memerintahkan untuk membunuh semua bayi yang berusia dua tahun ke bawah.

Demikian ditulis dalam Alkitab, tentang Raja Herodes yang lalim, arogan, egois dan tangannya berlumuran darah dari bayi-bayi yang tidak berdosa.

Kisah Raja Herodes juga bisa menjadi kisah hidup kita, tiap-tiap orang juga bisa menjadi pemimpin yang harus berkarakter Kristus, pemimpin-pemimpin yang harus menghadirkan dan memelihara kehidupan, entah sebagai suami, istri, ayah, ibu, di dalam pekerjaan, di dalam gereja, di dalam komunitas-komunitas, dan lain sebagainya.

Kita harus menghindari dari perilaku Raja Herodes yang lalim itu, membuang jauh sifat-sifat arogan, egois, merasa diri superior, karena sifat Herodes yang buruk itu akan membuat orang mudah emosi dan marah, seperti yang ditulis dalam Matius 5:21-22, marah akan mengakibatkan rasa sakit hati, dendam dan pembunuhan atau tragedi kehidupan yang memilukan.

Mesias Sang Raja Damai, Putra Allah Dia datang ke dunia diutus oleh Bapa-Nya untuk menyelamatkan manusia berdosa agar mereka terselamatkan dari kematian. Dengan segala ketaatan, kerendahhatian, kelemahlembutan, Yesus menerima perutusan itu, jadi sudah seharusnya kita sebagai murid-murid-Nya meneladan dan mengikuti jejak-jejak sang Mesias yakni membawa kehidupan bagi seluruh makhluk di bumi dan bukan menciptakan kematian.

TODAY THE SON OF MORI KRAENG HAS COME, Mori Kraeng dalam bahasa manggarai, NTT artinya : TUHAN RAJA, Tuhan Allah mengutus Putra-nya ke bumi untuk melepaskan jiwa kita dari jerat penangkap burung (Maz. 124:7), sebuah lagu Natal yang indah dari masyarakat Manggarai NTT, mereka semua bersukacita menyambut datangnya Yesus Kristus Sang Anak Allah ke dunia.

Today the Son of Mori Kraeng has come to the world to redeem the sinners, I feel joyful everyone is joyful.

Merry Christmas.

F.X.S.T