Masih Adakah Mukjizat Saat Ini?

Renungan Selasa 6 Desember 2019

Bacaan: Yes. 29:17-24Mzm. 27:1,4,13-14Mat. 9:27-31

Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.” (Matius 9:30)

Ketika kita membaca Injil hari ini dan membaca Kitab Suci secara keseluruhan pasti sering mengetahui bahwa Allah dan Putra-Nya sangat sering mengadakan mukjizat. Yesus mengawali dengan mukjizat pertama-Nya di Kana. Tetapi saat ini setelah lebih dari 2000 tahun banyak orang yang saya kenal menjadi kurang percaya bahwa mukjizat masih ada hingga saat ini. 

Mukjizat adalah suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di luar kodrat alam karena efeknya melampaui kekuatan atau kemampuan makhluk ciptaan. Oleh karena efeknya yang melampaui kekuatan kodrati maka mukjizat disebut sebagai sesuatu hal yang adikodrati, yang melibatkan adanya campur tangan Ilahi.

Saya pribadi pernah mengalami satu mukjizat besar dalam hidup saya ketika dari tahun 2015 hingga 2018 saya mengalami operasi sebanyak 13 kali. Saat saya merasa di titik terendah dalam hidup, saya mengalami satu mukjizat yang tidak bisa dijelaskan secara logika kedokteran. Di mana dua lubang di usus saya sekitar 10 cm dan 3 cm dari lubang anus saya, melalui mukjizat Tuhan, dua lubang bisa menjadi satu dengan lubang yang di jarak 3 cm. Ketujuh dokter sebelumnya sudah kesulitan dan mengatakan bahwa hanya dengan mukjizat lubang yang di 10cm itu bisa menutup. Tetapi Tuhan menunjukkan kuasa-Nya untuk berkenan menyembuhkan saya.

Saudara saudari yang kukasihi, merenung ke belakang semua mukjizat yang dilakukan oleh Yesus kalau kita baca selalu ada ketekunan dan iman yang luar biasa yang harus ada dalam diri orang yang disembuhkan, dipulihkan, atau dihidupkan. Kita saat membaca di Kitab Suci orang yang pendarahan, orang yang lumpuh, orang yang buta, tidak baru saja mengalami sakit penyakitnya. Ada yang telah mengalami sakit bertahun-tahun bahkan puluhan tahun juga.

Karena itu apabila pada saat ini, apabila kita sedang dalam kedaan sakit, penderitaan, kekhawatiran, kecemasan, dan permasalahan, bersabarlah dan bertekunlah dalam doa. Saya yakin waktu Tuhan berjumpa dengan kita dan berkenan memulihkan, menyelamatkan dan menyembuhkan kita adalah pasti waktu yang terbaik dan saat yang tepat untuk kita.

Kita harus bersyukur sebagai umat Katolik, kita benar-benar merasakan mukjizat Tuhan yang selalu terjadi dan dapat kita rasakan yaitu pada saat Sakramen Ekaristi. Pada saat Sakramen Ekaristi kita mengalami mukjizat roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Marilah kita berdoa: Ya Bapa yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami anak-anakmu mohon ampun terkadang sering merasa bahwa mukjizat sudah tidak terjadi saat ini. Kami sering meminta mukjizat secara instan, kami sering berharap bahwa mukjizat harus terjadi setelah kami memohon dan berdoa, kadang kami tidak sabar menantikan hal itu. Kami sekarang sadar bahwa iman kami dan waktu-Mu adalah merupakan syarat utama untuk terjadinya suatu mukjizat. Ya Yesus Tuhanku ajarlah kami tetap beriman dan sabar di kala kami membutuhkan pertolongan-Mu, ajarlah kami untuk mengerti bahwa rencana-Mu dalam hidup kami pasti telah dipikirkan oleh-Mu apa yang terbaik untuk kehidupan kami. Ajarlah kami untuk bersabar menanti rencana-Mu yang terbaik terjadi. Ajarlah kami selalu bersyukur bahwa dengan satu hirupan dan hembusan nafas kami, ini adalah sudah merupakan mukjizat yang terjadi dari diri-Mu untuk kami. Kami mohon ya Tuhan dengan pengantaraan Yesus putra-Mu Tuhan dan Juru Selamat kami, bersama dengan Roh Kudus kami berdoa dan dan bersyukur atas kebesaran dan mukjizat-Mu yang selalu terjadi hingga saat ini. (AlX)