Kelegaan di Dalam Tuhan

Renungan Rabu 11 Desember 2019

Bacaan: Yes. 40:25-31Mzm. 103:1-2,3-4,8,10Mat. 11:28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Manusia tidak pernah lepas dari masalah dalam hidupnya. Entah masalah keuangan, pasangan hidup, anak-anak, pekerjaan dan lain sebagainya. Apakah saat ini kita juga merasa letih, lesu dan menanggung beban berat? 

Apa yang dikatakan Yesus Kristus kepada kita hari ini: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Di saat kita berbeban berat dan tak berdaya, apakah kita lari kepada-Nya dan memohon bantuan? Saya percaya banyak di antara kita yang sudah mengalami bagaimana Tuhan membantu kita di saat kita berbeban berat dan tak berdaya.

Setiap orang pasti memiliki masalah, walaupun dengan kadar yang berbeda-beda, begitu pula dengan saya. Dulu saya selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri ketika menghadapi suatu masalah sehingga membuat saya semakin tertekan. Saya pergi ke gereja hanya memenuhi kewajiban saja sebagai orang kristiani, kegiatan lingkungan pun tidak pernah saya ikuti apalagi membaca kitab suci. Saya hanya mendengarkan firman Tuhan pada saat Ekaristi, itu pun berlalu begitu saja. Hingga pada suatu saat saya kehilangan Mama yang sangat berarti bagi saya, karena Mama juga menjadi teman cerita saya. Beban hidup saya terasa semakin berat karena tidak ada lagi yang bisa saya ajak berkeluh kesah. Sampai suatu saat saya mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP). Melalui KEP ini saya disadarkan betapa Tuhan sangat mengasihi saya. Saya yang dulunya tidak pernah membaca Alkitab mulai belajar untuk tekun merenungkan firman Tuhan dan melakukannya dalam hidup saya setiap hari. Dengan demikian saya belajar membangun relasi pribadi dengan Yesus supaya mengenal Yesus lebih dalam. Sampai suatu saat saya dikuatkan oleh firman-Nya: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Fil. 4:13). Saya dapat merasakan kasih Tuhan yang luar biasa yang tidak pernah meninggalkan saya. Pengalaman akan kasih Tuhan ini membawa perubahan dalam hidup saya yang tentunya juga berpengaruh terhadap keluarga saya. Tidak berarti bahwa saya tidak mempunyai masalah lagi ketika sudah hidup berjalan dengan Tuhan. Masalah tetap ada namun jika saya datang kepada Tuhan dan memohan bantuan-Nya maka Tuhan pasti memberi kekuatan dan kemampuan agar saya dapat menanggungnya.

Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya jika kita letih dan lesu memikirkan beban berat yang tidak bisa kita tanggung sendiri. Janji Tuhan kepada kita jika kita datang kepada-Nya maka Tuhan akan memberi kelegaan dan ketenangan. Kita dapat belajar dari Yesus bagaimana Ia dapat melewati penderitaan sampai Ia mati di salib. Bukan berarti kita sama sekali bebas dari semua penderitaan, tetapi bersama Tuhan kita menerima kekuatan dari Tuhan yang menyanggupkan kita memikul salib hidup kita.

Marilah kita datang kepada Tuhan di kala kita mengalami penderitaan, entah karena ekonomi, entah karena sakit, atau apa saja. Tuhan pasti akan memberi kita kekuatan dan rasa damai.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, sadarkanlah kami dan kuatkanlah iman kami agar selalu datang memenuhi undangan-Mu untuk tinggal di dalam kasih-Mu. Amin. (KLC)