Hana Berbicara Tentang Kanak-Kanak Yesus

Renungan Senin 30 Desember 2019

Bacaan: 1Yoh. 2:12-17Mzm. 96:7-8a,8b-9,10Luk. 2:36-40

Hana adalah seorang nabi yang berasal dari suku Asher. Dia sudah sangat lanjut umurnya, seorang janda yang berumur 84 tahun. Kita mau belajar dari seorang Hana. Kasih karunia ada pada dirinya sebagai seorang nabi. Dia telah menjanda begitu lama dan bukannya menjadi pahit dan marah karena keadaannya, tetapi ia bahkan menjadi lebih baik

Apakah Anda tahu apa yang dia lakukan dengan kehidupan yang panjang itu?

Hana melayani Allah (Lukas 2:37b)

Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Seorang Hana dapat menjadi contoh bagi kehidupan kita. Janganlah kita berhenti melayani misalnya karena faktor usia. Sampai masa tua pun Tuhan masih mau pakai kita untuk melayani sebagai misalnya sebagai pendoa, pemberita kabar sukacita.

Pasti kita semua ingin menjadi seorang Kristen yang sehat, yang bisa membuat gereja kita sehat. Kita perlu mengikuti contoh Hana.

  1. Pakailah waktu sebanyak mungkin di persekutuan doa dan gereja, menyembah Tuhan, melayani Tuhan, bersekutu dengan orang kristiani lainnya dan mempelajari firman Tuhan.
  2. Pakailah waktu sebanyak mungkin untuk berdoa.

Doa adalah sumber kehidupan keluarga, gereja dan pelayanan kita. Kita lihat ini pada Hana. Dia adalah seorang prajurit doa yang berpuasa dan berdoa siang dan malam.

Di Lukas 2:38 kita membaca Hana sebagai saksi bagi Kristus yang datang sebagai Mesias.

– Bicara tentang Yesus (Lukas 2:38)

“Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Sama seperti Simeon, Dia memberikan ucapan syukur kepada Allah dan pergi ke sekeliling dan memberitahu orang-orang bahwa Juru Selamat mereka, penebus mereka datang. Dia adalah saksi yang hidup.

Apakah pelajaran-pelajaran dari kehidupan Simeon dan Hana? Keduanya akan dianggap lansia dengan standar saat ini, namun tidak satu pun dari mereka berpikir bahwa menjadi tua berarti bahwa Allah telah selesai dengan mereka. Justru orang-orang yang lebih tua tahu bahwa mereka memiliki banyak hal untuk diajarkan kepada orang-orang yang lebih muda. Tapi banyak lansia lebih suka menghabiskan masa pensiun atau masa tuanya dengan memancing, bermain golf dan bridge.

Orang tua seharusnya tidak menjadi orang-orang buangan sosial yang hebat melainkan “jalan-jalan layang” hidup antar generasi; tidak menjadi jalan buntu melainkan suatu jalan yang baik dan terang untuk memimpin orang-orang muda ke dalam kekayaan-kekayaan dari suatu waktu kehidupan.

Apa yang Anda nantikan? Saya harap Anda sedang menantikan Yesus Kristus dan selagi Anda melakukannya saya harap Anda dengan bijaksana menggunakan waktu, kemampuan-kemampuan dan bakat-bakat yang Allah telah berikan kepada Anda. Hidup memiliki makna jika Anda memakainya dalam menantikan Yesus.

Doa: Tuhan selagi aku masih muda atau sudah menjadi tua jadikan aku pelayan-pelayan-Mu yang bertumbuh dalam iman, menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah. Demi Yesus Tuhan dan pengantara kita. Amin. (JHJ)