Tuan dan Hamba

Renungan Selasa 12 November 2019

Bacaan: Keb. 2:23-3:9Mzm. 34:2-3,16-17,18-19Luk. 17:7-10

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. (Lukas 17:10)

Kisah tuan dan hamba dalam injil hari ini mengingatkan kita akan kebiasaan yang selama ini sudah kita pandang baik dan wajar.

Siapakah tuan dan siapakah hamba? Hal ini sering menjadi kacau dalam hidup ini, saat manusia berhadapan dengan Tuhan semestinya Tuhan adalah  tuan bagi kita dan kitalah hamba-Nya. Tetapi kenyataan yang terjadi sering kali sebaliknya. Tak jarang dengan doa-doa yang kita panjatkan, kita menjadikan Tuhan sebagai hamba yang harus menenuhi segala keinginan kita, dan saat keinginan itu tidak terpenuhi seringkali kita marah pada Tuhan. Kita harus belajar dari Yesus yang sebenarnya bos atau “ tuan” malah menjadikan diri-Nya sebagai hamba bagi semua orang. “Yesus meskipun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba (Flp. 2:6-8).

Sekarang inilah saatnya kita mengubah cara pandang kita selama ini. Kita adalah hamba Tuhan yang melaksanakan apa yang seharusnya seorang hamba Tuhan  lakukan, yakni melaksanakan program Tuhan dan tidak membuat program sendiri. Supaya kita mengenal program Tuhan dalam rencana karya keselamatan-Nya kita harus peka pada kehendak-Nya. Agar kita peka pada kehendak-Nya kita harus menyediakan waktu untuk berelasi dengan Allah, melalui doa, membaca sabda-Nya, merenungkan dan melakukannya.

Yesus meminta kita mempersenjatai diri kita dengan prinsip hidup-Nya, bila kita sudah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan maka berkata bahwa kita adalah hamba-hamba yang tak berguna (Luk 17:10), agar kita tidak jatuh dalam dosa kesombongan.

Doa: Allah yang kekal dan kuasa jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang taat dan setia selamanya. Semoga karena rahmat-Mu aku mampu menjadi orang yang semakin memberikan diri kepada-Mu. Engkaulah Tuhan kami sepanjang masa. Amin. (MLEN)