Saksi Kristus di Setiap Kesempatan

Renungan Minggu 17 November 2019, Hari Minggu Biasa XXXIII

Bacaan: Mal. 4:1-2a; Mzm. 98:5-6,7-8,9a,9bc; 2Tes. 3:7-12; Luk. 21:5-19

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. (Lukas 21:13)

Saat kita dalam keadaan nyaman, di mana keluarga, pekerjaan, pelayanan berjalan baik, sering kita menjadi terlena dan fokus hidup kita bergeser. Bukan lagi pada Tuhan tapi bisa saja pada kenyamanan-kenyamanan tadi.

Yesus hari ini menunjukkan bahwa hidup nyaman tidak berlangsung selamanya. Yang menjadi kebanggaan dan andalan kita bisa saja berubah. Bahkan yang menjadi andalan terakhir, biasanya keluarga kita, juga bisa berubah atau meninggalkan kita. Tidak ada yang kekal.

Yesus menasihati agar kita tetap waspada. Saat zona nyaman bergoncang, secara alami manusia mencari pegangan atau jalan keluar. Banyak tawaran akan datang, banyak orang mengatasnamakan Tuhan. Misalnya saat sakit, pengobatan moderen dirasa lama dan mahal lalu datanglah tawaran pengobatan alternatif, banyak orang mengiyakan tanpa mencari tahu lebih jauh dari siapa sumbernya, dari Tuhan atau bukan. Perlu waspada untuk selalu bisa fokus pada yang dikehendaki Tuhan. Bahkan saat dalam keadaan terjepit, Yesus tetap meminta kita fokus pada Tuhan dan menjadi saksi-Nya. Artinya mengandalkan Tuhan dan bukan diri sendiri (Lukas 21:14-15). Tidak semua orang mampu percaya total pada Tuhan di saat terjepit. Bagi mereka yang melakukannya, hal itu sudah menjadi suatu saksi bahwa Tuhan Yesus hidup dan mampu menolong kita.

Sudahkah hari ini saya mengandalkan Tuhan dan menjadi saksi akan kebaikan-Nya dalam hidup saya?

Bapa yang baik, hari ini saya mau menyerahkan seluruh hidup saya pada-Mu. Apapun yang saya alami, biarlah hati saya tetap percaya dan hal itu nyata dalam perkataan dan tindakan saya. Sehingga orang lain yang mendengar dan melihat menjadi percaya kepada-Mu. Amin. (ARFW)